pelantar.id – Federasi Sepakbola Eropa atau UEFA sedang menyelidiki dugaan pelanggaran Financial Fair Play (FPP) yang melibatkan klub asal Inggris, Manchester City. Jika terbukti bersalah, City terancam dilarang tampil di kompetisi Eropa, termasuk Liga Champions.

Awal mula penyelidikan ini dikarenakan laporan media Jerman Der Spiegel yang mengungkap email-email terkait keuangan klub milik Sheikh Mansour tersebut.

Dalam laporan tersebut, City diduga memanipulasi pendapatan dari iklan. Dana iklan yang didapatkan City dari sejumlah sponsor diyakini digelembungkan angkanya dengan uang pribadi sang pemilik klub sendiri.

Selain itu City dituduh juga menyembunyikan dokumen terkait pembayaran gaji mantan manajernya Roberto Mancini. Penggelembungan dana sponsor menggunakan dana pribadi ini tentu melanggar aturan FFP.

Alhasil untuk mengetahui kebenarannya, penyelidikan pun dilakukan secara resmi oleh UEFA.

“Badan Kontrol Keuangan Klub UEFA sudah melakukan investigasi atas tuduhan pelanggaran Financial Fair Play oleh Manchester City,” demikian pernyataan resmi UEFA dikutip, Jumat (8/3/19).

Baca Juga :   Rindu Penggemar MLTR Terbayar di Batam

“Tim investigasi independen yang dibentuk oleh Badan Kontrol Keuangan Klub UEFA hari ini sudah membuka investigasi resmi atas dugaan pelanggaran aturan Financial Fair Play oleh Manchester City FC.”

“Investigasi akan berkutat pada sejumlah tuduhan pelanggaran FFP yang diberitakan oleh berbagai media belakangan ini.”

City tentu patut was-was karena jika terbukti bersalah, maka mereka bisa dicoret keikutsertaannya dari kompetisi Eropa musim depan, baik itu Liga Champions maupun Liga Europa.

Sebelumnya, Kepala Investigasi Badan Kontrol Keuangan Klub UEFA, Yves Leterme mengatakan, apabila yang dilaporkan media tersebut benar, maka ini adalah masalah serius. Menurut dia, Ini bisa mengarah ke hukuman terberat: dicoret dari kompetisi-kompetisi UEFA.

“Kalau informasinya benar, maka ini mungkin bertentangan dengan pelaporan yang jujur. Financial Fair Play itu berdasarkan sebuah sistem deklarasi, bahwa tiga bulan setelah klub-klub tutup akun, mereka harus mendepositkan angka-angkanya,” kata Yves Leterme kepada media Belgia, Sport and Strategy.

Baca Juga :   Olahraga Bukan Demi Kurus, Olahragalah Demi Kesehatan

“Kami akan melakukan pengecekan acak pada kebenaran angka-angka tersebut. Rekening-rekening diperiksa dan disetujui secara internal dan eksternal,” kata dia.

Pada Desember 2018 lalu, Presiden UEFA, Aleksander Ceferin juga mengonfirmasi ada kasus nyata terkait City.

“Kami sedang menelaah situasinya. Kami punya badan independen yang menyelidikinya. Segera kita akan dapat jawab atas apa yang akan terjadi pada kasus nyata ini,” ujarnya.

Guardiola: Terima dan Hadapi Saja

Pep Guardiola dan Rahem Sterling. (Marca)

Menanggapi kasus yang sedang mengancam City, manajer Josep Guardiola menegaskan dirinya siap jika City mendapat hukuman dari UEFA karena melanggar aturan FFP. Ia memastikan, The Citizens akan menghadapi apapun sanksi yang datang dan secepatnya move on.

Sebelumnya, City juga pernah terbukti melanggar FFP pada 2014 lalu. Tapi saat itu, sanksi yang diberikan oleh UEFA kepada City hanya berupa denda senilai 60 juta euro, pengurangan slot jumlah pemain di Liga Champions serta pembatasan gaji pemain.

Baca Juga :   Kisah Putri Diana Akan Difilmkan, Kristen Stewart Mendapatkan Peran

Menanggapi sanksi yang kini mengancam timnya, Pep Guardiola mengungkapkan keyakinanya bahwa The Citizens tak akan mendapat larangan tampil di Liga Champions. Meskipun begitu, pelatih asal Spanyol ini juga siap menerima kemungkinan terburuk jika timnya memang bersalah.

“Kami tidak akan dilarang tampil di Liga Champions. Itulah yang saya pikirkan karena saya percaya pada Presiden dan Direktur Manchester City, apa yang telah mereka jelaskan kepada saya. Saya percaya pada mereka,” tutur Guardiola dilansir dari Sportskeeda.

“Jika itu terjadi, karena UEFA memutuskan itu, kami akan menerimanya dan siap menghadapinya,” kata dia.

*****

Sumber : Dari berbagai sumber