pelantar.id – Dampak aksi teror sejumlah daerah di Indonesia mulai terasa. Sejumlah negara mengeluarkan travel advice atau saran bepergian kepada warganya yang akan berkunjung ke Indonesia menyusul ledakan bom di tiga tempat di Surabaya, dan Sidoarjo, Jawa Timur.

Travel advice adalah rilisan resmi pemerintah pusat kepada warga negaranya yang sedang atau ingin bepergian ke suatu negara. Travel advice lebih berupa saran mengenai keamanan daerah, nomor penting untuk dihubungi, dan peristiwa terbaru. Selain travel advice ada pula travel warning yang merupakan larangan bepergian pemerintah kepada warga negaranya ke negara tertentu.

Hingga Rabu (16/5), sudah ada 13 negara yang memberi travel advice di antaranya,

1. Inggris
2. Amerika
3. Australia
4. Hongkong
5. Selandia Baru
6. Singapura
7. Malaysia
8. Polandia
9. Irlandia
10. Kanada
11. Perancis
12. Filipina
13. Swiss

Baca Juga :   Festival Cap Go Meh 2019, Replika Singa Raksasa Siap Pecahkan Rekor Muri

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku menghargai sikap negara yang mengeluarkan travel advice bagi warganya. Namun dia berharap hal itu tidak berlarut sehingga menimbulkan dampak serius bagi dunia wisata di Indonesia. Ditemui dalam jumpa pers saat Launching Calender of Event 2018 Aceh di Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin (14/5), seperti dikutip Kompas, Arief mengharapkan kondisi keamanan di Indonesia segera pulih.

“Kami sadar itu kewajiban untuk mengingatkan warga-warganya yang datang ke (Indonesia). Travel advice kami harapkan tidak terlalu berdampak (pariwisata Indonesia) dan (kondisi keamanan) segera recovery,” kata Arief.

Menurutnya, penanganan peristiwa terorisme di Indonesia sudah relatif bagus. Namun, ia belum bisa memastikan berapa lama proses pemulihan kondisi di Indonesia.

Baca Juga : Jokowi Setujui Koopsusgab TNI Aktif Kembali

Kondisi keamanan yang terganggu akibat ulah teroris mengancam tren peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melalui Batam. Berdasarkan rilisan Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, tercatat, hingga bulan Februari jumlah wisman yang berkunjung ke Kepri sebanyak 205.964. Kemudian di bulan berikutnya bertambah menjadi 234.156 atau mengalami kenaikan sebanyak 13,69 persen.

Baca Juga :   Cicip Langsung Ketam Mak Biah, Olahan Kepiting Khas Batam

Lebih lanjut, data tersebut mencatat, sepanjang Januari-Maret 2018 jumlah kunjungan wisman ke Kepri mencapai 597.106 kunjungan. Jumlah tersebut naik 22,19 persen bila dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 488.672 kunjungan.

Dengan pengeluaran travel advice oleh dua negara tetangga Singapura dan Malaysia, kunjungan ke Batam dipastikan akan terdampak. Pasalnya, Singapura selama ini selalu menempati posisi teratas sebagai penyumbang angka kunjungan melalui sejumlah pintu masuk di Kepri.

Joko Sulistyo
Dari berbagai sumber