pelantar.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepulauan Riau menyatakan, berdasar laporan sementara dana kampanye, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan merupakan yang tertinggi di antara partai politik peserta Pemilu 2019. Catatan saldo pada rekening khusus kampanye PDIP Kepri sebesar Rp43,1 juta.

Sementara untuk calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) daerah pemilihan Kepri, saldo kampanye tertinggi tercatat atas nama Ria Saptarika, sebesar Rp212 juta. KPU sudah meneria laporan awal dana kampanye dari 16 parpol dan 12 calon anggota DPD, serta tim kampanye calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 dan 02 pada 23 September 2018.

Dalam laporan awal itu, 5 partai politik langsung memberikan berita acara yang berarti sudah lengkap. Kelima partai itu adalah, PDIP, Gerindra, Golkar, PKB, dan Demokrat. Sedangkan calon anggota DPD yang sudah lengkap adalah, Sukri Fahrial, Darma Setiawan, Haripinto Tanuwidjaya, Richard Pasaribu, Riky Solikhin, Alfin, Sabar P Pandapotan, dan Hardi Selamat Hood.

Baca Juga :   Pilwako Tanjungpinang, Syahrul dan Lis Saling Klaim Menang

“Empat calon anggota DPD lainnya belum lengkap,” kata Komisioner KPU Kepri, Arison di Tanjungpinang, Rabu (26/9) dikutip dari Antara.

Baca Juga : DCT Batam Bebas Caleg Mantan Koruptor

Arison mengatakan, penyerahan rekening khusus dana kampanye dan laporan awal dana kampanye diberi batas waktu hingga 23 Sept 2018 pukul 18.00, dengan ketentuan jika semua persyaratan sudah terpenuhi maka KPU Kepri langsung memberikan berita acara. Jika belum lengkap, diberi kesempatan melakukan perbaikan hingga 27 September 2018.

Terkait masa kampanye, lanjut Arison, dilaksanakan sejak 23 September 2018. Mengawali masa kampanye, KPU Kepri sudah menggelar deklarasi Kampanye Damai di Lapangan Pamedan Tanjungpinang pada 23 September lalu yang diikuti para pimpinan partai politik di Kepri, calon DPD, pejabat TNI dan Polri, Organisasi Perangkat Daerah, dan tokoh masyarakat. Deklarasi Kampanye Damai di Kepri mengusung tema, Tolak Politisasi SARA, Tolak Hoaks dan Tolak Politik Uang.

Baca Juga :   Bahayakah Konsumsi Telur Infertil?

 

Editor : Yuri B Trisna