Danantara Bidik 1 Persen Dividen BUMN Tiap Tahun, Dana Sosialnya Dipusatkan ke Kebutuhan Dasar

Danantara Indonesia Trust mulai menata ulang cara dana sosial dikelola dengan pendekatan yang lebih terarah. Alih-alih tersebar ke banyak program, dana itu dipusatkan pada sektor kesehatan, pendidikan, kebudayaan, serta air, sanitasi, dan higiene atau WASH.

Skema barunya cukup tegas karena Danantara menargetkan minimal 1 persen dari total dividen BUMN yang diterima Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara setiap tahun. Dengan pola ini, bantuan sosial tidak hanya bergantung pada besaran dana yang terkumpul, tetapi juga pada seberapa jelas manfaat programnya bagi masyarakat.

Rosan Roeslani, yang menjabat CEO Danantara Indonesia sekaligus Pembina Danantara Indonesia Trust, menilai rancangan tersebut penting untuk membangun filantropi yang kredibel. Menurut dia, dana yang dihimpun harus punya arah yang jelas dan memberi dampak luas, bukan sekadar besar secara nominal.

Rosan juga menjelaskan bahwa porsi 1 persen itu dihitung dari total dividen yang diterima dari seluruh BUMN. Dana filantropi tersebut kemudian diarahkan ke program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dan mendukung pembangunan sosial berkelanjutan.

Fokus bantuan dibuat lebih sempit agar dampaknya terukur

Pilihan sektor yang dibiayai menunjukkan bahwa Danantara tidak ingin dana sosial bergerak terlalu melebar. Kesehatan, pendidikan, kebudayaan, dan WASH dipasang sebagai prioritas utama agar program yang dijalankan lebih terukur.

Pendekatan itu sekaligus memperlihatkan perubahan wajah bantuan sosial yang ingin dibangun. Di sini, dana negara diarahkan sebagai instrumen yang lebih fokus dan terhubung langsung dengan kebutuhan dasar warga.

Untuk menopang langkah tersebut, Danantara Indonesia Trust sudah mengantongi pendanaan awal sebesar US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,77 triliun. Rosan mengatakan modal awal itu menjadi bekal penting untuk mempercepat program sekaligus memperkuat kelembagaan filantropi yang sedang dibangun.

Tata kelola jadi perhatian sejak awal

Selain urusan dana, Danantara memberi porsi besar pada tata kelola. Rosan menegaskan lembaga ini harus dipercaya publik dan mitra strategis, sehingga pengawasan dan struktur kerja perlu dibangun dari awal.

Karena itu, Danantara Indonesia juga menggandeng Gates Foundation dalam pengembangan kelembagaan dan tata kelola filantropi. Langkah ini menunjukkan bahwa aspek akuntabilitas diposisikan sama pentingnya dengan penyaluran bantuan.

Ketua Danantara Indonesia Trust, Nuraini Razak, mengatakan pihaknya sedang menyusun sistem tata kelola, struktur organisasi, mekanisme pengawasan, serta kerangka monitoring, evaluation, and learning atau MEL. Menurut dia, fondasi tersebut penting supaya mandat jangka panjang bisa berjalan secara kredibel.

Program awal langsung menyentuh lapangan

Danantara Indonesia Trust resmi didirikan pada Oktober 2025 sebagai unit filantropi Danantara Indonesia. Lembaga ini mendapat mandat untuk mendorong pembangunan sosial berkelanjutan di Indonesia melalui pendekatan kolaboratif.

Peluncuran kemitraan strategisnya di Jakarta menjadi titik awal sejumlah kerja sama konkret. Pada kesempatan itu, Danantara Indonesia Trust menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Kesehatan, Yayasan Karya Salemba Empat, dan Museum dan Cagar Budaya atau Indonesia Heritage Agency.

Program perdana yang digerakkan bernilai sekitar Rp 250 miliar dan difokuskan pada kesehatan ibu dan anak. Dukungan itu mencakup pengadaan vaksin heksavalen, penguatan rantai dingin vaksin, serta bantuan suplemen gizi mikro bagi ibu hamil dan ibu nifas.

Di bidang pendidikan, kerja sama dengan Yayasan Karya Salemba Empat memberikan beasiswa selama tiga tahun bagi sekitar 500 mahasiswa kurang mampu. Sementara itu, kemitraan dengan Museum Nasional diarahkan untuk pengembangan perpustakaan dan ruang pembelajaran publik.

Kolaborasi akan terus diperluas

Nuraini menyebut Danantara Indonesia Trust terus belajar dari berbagai sovereign wealth fund, lembaga filantropi, dan mitra pembangunan di tingkat nasional maupun global. Cara itu dipakai untuk memperkaya pendekatan kelembagaan dan memperluas jangkauan dampak.

Rosan menambahkan bahwa pola kolaborasi seperti ini akan terus diperluas agar dana filantropi yang dihimpun memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Dengan target minimal 1 persen dari dividen BUMN setiap tahun, Danantara sedang membangun model filantropi yang lebih fokus, terukur, dan diawasi sejak awal.

Source: www.beritasatu.com
Exit mobile version