pelantar.id – Diego Armando Maradona, legenda sepak bola asal Argentina mendapat perawatan medis usai menyaksikan kemenangan Argentina atas Nigeria, Rabu (27/6) dini hari, yang memastikan negara tersebut meraih tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2018. Surat kabar La Nacion menyebut pencetak ‘Gol Tangan Tuhan’ di Piala Dunia 1986 itu mengalami tekanan darah rendah.

Banyak orang lebih fokus kepada penyebab tensi darah yang tinggi karena hal tersebut dapat berakibat kepada kematian. Namun, ada juga yang tak kalah membahayakan, yaitu tekanan darah yang rendah.

Tekanan darah atau hipotensi pada umumnya tidak menyebabkan masalah kesehatan. Namun pada beberapa kondisi, bisa memicu pusing atau pingsan, bahkan dalam kasus tertentu bisa mengancam nyawa.

Tekanan darah dikatakan rendah ketika berada di bawah angka 90 mmHg (sistolik) atau di bawah 60 mmHg (diastolik). Normalnya, ukuran tekanan darah adalah 120/88 mmHg. Biasanya, tekanan darah rendah merupakan pertanda ada kondisi medis lain yang butuh penanganan.

Tekanan darah seseorang tiap waktunya tidak selalu sama, selalu berubah-ubah. Beberapa ahli mengatakan bahwa tekanan darah yang rendah berada pada ukuran sistoliknya 90 (angka pertama) dan distoliknya berukuran 60 (angka kedua). Perubahan tekanan darah menjadi rendah secara tiba-tiba juga berbahaya karena bisa berdampak pusing yang hebat, akibat otak gagal menerima aliran darah yang cukup.

Baca Juga :   Berterima Kasihlah untuk WiFi, Kisah Hidup Hedy Lamarr

Berikut beberapa penyebab tekanan darah rendah:

1. Kehamilan
Pada saat hamil, peredaran darah wanita berkembang sangat cepat, berbeda dengan normal. Hal ini terjadi karena selama kehamilan terdapat perubahan hormonal yang menyebabkan pembuluh darah membesar, dan tekanan darah menurun. Tekanan darah mulai turun pada awal kehamilan dan biasanya umum terjadi pada usia kehamilan trimester kedua.

2. Penyakit Jantung
Pada penderita penyakit jantung memang mudah ditemukan juga serangan darah rendah. Kondisi ini juga mungkin ditemukan pada gagal jantung dan serangan jantung. Hal ini disebabkan oleh darah yang tidak dapat dipompa baik oleh jantung yang bermasalah, sehingga terjadi penurunan tekanan darah.

3. Hormon yang Berubah
Kondisi kesehatan sering dipengaruhi hormon tubuh kita. Salah satunya tekanan darah rendah yang berhubungan dengan penyakit Addison. Penyakit Addison adalah penyakit di mana sistem imun tubuh menyerang dan merusak kelenjar-kelenjar adrenal. Penyakit Addison menyerang dua buah kelenjar yang berukuran kecil yang berada di atas ginjal. Kedua kelenjar tersebut adalah kelenjar yang memproduksi hormon-hormon yang mengendalikan tekanan darah dan menjaga keseimbangan garam dan air yang berada di dalam tubuh. Tekanan darah yang rendah juga terjadi saat kelenjar-kelenjar adrenal rusak, misalnya jika terjadi infeksi atau tumor pada kelenjar tersebut.

Baca Juga :   Penyebab Lemas dan Sulit Konsentrasi di Pagi Hari

4. Dehidrasi
Dehidrasi terjadi ketika tubuh Anda kekurangan cairan. Selama dehidrasi, darah yang bergantung pada air tidak dapat memasok peredaran darah ke seluruh tubuh. Sehingga, kondisi ini menurunkan volume darah pada arteri dan vena dan menyebabkan darah rendah terjadi.

5. Konsumsi Obat-obatan
Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, Anda juga dapat terserang darah rendah. Biasanya jika Anda mengalami sakit tertentu, Anda jarang menyadari kondisi ini. Beberapa obat yang dapat memengaruhi antara lain alpha blocker (obat darah tinggi), beta blocker, dan obat antidepresan.

6. Kondisi Neurologis
Kondisi ini melibatkan penyakit Parkinson sebagai penyebab darah rendah. Parkinson adalah penyakit yang menyebabkan kondisi yang mempengaruhi sistem saraf. Sedangkan tekanan darah rendah sendiri terjadi jika bagian sistem saraf yang dinamakan sistem saraf otonom sudah terganggu.

Sistem saraf otonom merupakan bagian sistem saraf yang mengontrol fungsi-fungsi tubuh seperti berkeringat dan sistem pencernaan. Sistem saraf ini juga memiliki fungsi lain yakni untuk melebarkan serta menyempitkan pembuluh darah di dalam tubuh. Sehingga, jika terjadi masalah atau gangguan pada sistem saraf otonom, pembuluh darah bisa tetap dalam kondisi melebar dan tidak dapat menyempit kembali. Hal inilah yang menyebabkan darah rendah.

Baca Juga :   Pemerintah Akan Evaluasi Dana Desa

7. Anemia
Pada saat seseorang mengalami anemia, yang akan terjadi adalah tubuh kekurangan darah, di mana hemoglobin di dalam tubuh berada dalam jumlah di bawah angka normal. Dan dalam hal ini dapat dipastikan tekanan darah di dalam tubuh juga menjadi sangat rendah

Nah, sudah tahu kan beberapa pemicu tekanan darah rendah? Berikut ini adalah sejumlah cara mencegah tekanan darah rendah. Mencegah tekanan darah rendah terjadi bisa dilakukan dengan cara konsumsi mineral yang cukup, karena dehidrasi akan menimbulkan tekanan darah tidak seimbang dan cenderung rendah.

Selain itu, makanlah di waktu yang tepat. Organ tubuh akan menyuplai nutrisi dari makanan yang kita makan lewat darah, yang mana organ tersebut pastinya membutuhkan darah yang banyak pula. Terakhir, hindari pemakaian obat penenang yang dapat menyebabkan tekanan darah Anda di bawah rata-rata.

Editor : Yuri B Trisna
Sumber : Hellosehat.com