Dari Ditolak Saat Rilis Hingga Dipuji Pemain, 7 Game Ini Berhasil Bangkit Lagi

Beberapa game besar tidak langsung meyakinkan saat pertama kali hadir, tetapi justru menemukan momentumnya setelah serangkaian pembaruan. Pola ini terlihat jelas pada sejumlah judul yang sempat dipandang gagal di awal, lalu berubah jadi favorit banyak pemain setelah masalah intinya dibenahi.

Yang menarik, perubahan itu tidak selalu datang dari satu update kecil. Dalam beberapa kasus, pengembang harus menambah konten baru, mengubah sistem progression, bahkan merombak ulang fondasi game agar pemain mau memberi kesempatan kedua.

Saat reputasi awal langsung runtuh

Cyberpunk 2077 menjadi contoh paling mencolok karena peluncurannya sangat buruk dan dipenuhi bug. Kondisi itu paling terasa di PS4 dan Xbox One yang nyaris tidak mampu menjalankannya tanpa crash.

Akibatnya, Sony dan Microsoft sampai menarik game tersebut dari toko online konsol mereka. CD Projekt Red kemudian merilis banyak patch, upgrade, konten tambahan, hingga Update 2.0 dan DLC Phantom Liberty yang membantu mengangkat kembali reputasinya.

Final Fantasy XIV juga mengalami awal yang sama-sama berat. Game ini dikritik karena UI yang membingungkan, grinding berlebihan, dan fitur-fitur yang tidak jelas.

Square Enix lalu memakai kehancuran dunia oleh Bahamut sebagai alasan untuk me-reset game itu. Dari sana lahirlah A Realm Reborn, versi baru yang menjadi titik awal Final Fantasy XIV yang kini stabil dan disukai banyak pemain.

Perbaikan sistem yang mengubah pandangan pemain

Star Wars Battlefront 2 sempat memicu reaksi keras karena sistem progression dibuat sulit agar pemain terdorong membeli microtransaction. Kontroversi ini bahkan merembet ke Reddit, dan komentar developer-nya menjadi salah satu yang paling banyak mendapat downvote di situs tersebut.

EA kemudian menghapus monetisasi yang bermasalah dan memperbaiki progression. Setelah perubahan itu, game terasa lebih adil dan mendapat kesempatan kedua dari pemain.

Fallout 76 juga butuh waktu untuk lepas dari citra buruk di hari pertama. Ketiadaan NPC, alur cerita yang statis, serta integrasi multiplayer yang buruk membuat banyak pemain langsung kehilangan minat.

Bethesda lalu merilis update Wastelanders yang memperbaiki mekanisme gameplay dan menambahkan NPC serta misi yang lebih menarik. Pembaruan ini memberi Fallout 76 titik balik yang nyata.

Game yang tumbuh lewat pembaruan terus-menerus

No Man’s Sky menempuh jalan panjang setelah kontroversi besar yang menyertai klaim Sean Murray, founder Hello Games, sebelum rilis. Setelah itu, tim pengembang terus mengirim pembaruan sampai konten yang dijanjikan akhirnya hadir.

Seiring waktu, eksplorasi dan gameplay game ini terasa lebih matang. Tambahan konten baru dan pemenuhan janji lama ikut memulihkan reputasi No Man’s Sky di mata banyak pemain.

Perjalanan panjang seperti ini menunjukkan bahwa peluncuran yang buruk tidak selalu jadi akhir. Kalau studio merespons keluhan dengan serius, citra game masih bisa berubah cukup jauh dari kesan awalnya.

RPG yang sempat terpukul masalah teknis

Alpha Protocol juga lahir dalam kondisi penuh masalah, sejalan dengan reputasi game-game Obsidian Entertainment yang sering rilis dalam keadaan bug. Karena itu, banyak pemain enggan mencobanya saat peluncuran.

Padahal, game ini menawarkan sistem RPG yang unik dengan cerita bercabang ke berbagai jalur. Keputusan pemain selama permainan memengaruhi arah narasi, sementara mekanisme gameplay-nya yang sederhana tetap ditopang cerita yang dinamis dan mendalam.

Fallout: New Vegas menutup daftar ini dengan pola serupa. Saat rilis, game itu juga dipenuhi bug, tetapi patch buatan komunitas membantu memperbaikinya.

Berkat perbaikan itu, lebih banyak pemain bisa merasakan petualangan The Courier yang berkembang sangat berbeda tergantung pilihan. Perjalanan menuju konflik antarfaksi pun ikut menguatkan reputasi New Vegas sebagai salah satu game Fallout terbaik.

Source: www.idntimes.com

Baca Juga

Back to top button