Di Jodhpur, Umaid Bhawan berdiri bukan hanya sebagai istana yang megah, tetapi juga sebagai bangunan yang masih menjalankan beberapa peran sekaligus. Di satu kompleks, tempat ini tetap menjadi kediaman keluarga kerajaan, museum untuk publik, dan hotel mewah yang dikelola Taj Hotels.
Kombinasi fungsi itu membuat Umaid Bhawan terasa jauh lebih hidup dibanding banyak bangunan bersejarah lain. Pengunjung bisa melihat jejak masa lalu, sementara aktivitas modern terus berlangsung di bagian lain istana.
Wajah mewah yang sulit diabaikan
Dari segi ukuran, Umaid Bhawan memang bukan istana biasa. Architectural Digest mencatat bangunan ini memiliki lebih dari 300 ruangan, termasuk aula, kamar tidur, dan berbagai fasilitas mewah.
Area luarnya juga dibuat luas dengan taman dan ruang terbuka yang tertata rapi. Skala sebesar itu memperkuat kesan bahwa istana ini memang dirancang untuk tampil monumental.
Detail arsitekturnya ikut menambah daya tarik. Batu pasir berwarna emas memberi tampilan hangat sekaligus mewah pada fasad bangunan, sehingga istana ini mudah dikenali dari kejauhan.
Lahir dari situasi sulit
Di balik kemegahannya, Umaid Bhawan punya asal-usul yang tidak biasa. Pembangunannya dimulai pada 1929 atas perintah Maharaja Umaid Singh saat kekeringan panjang melanda wilayah tersebut.
Proyek ini tidak semata-mata dibuat untuk membangun kediaman kerajaan. Tujuan awalnya juga untuk membuka lapangan kerja bagi warga lokal yang terdampak krisis ekonomi akibat kekeringan.
Ribuan pekerja lokal terlibat dalam proses pembangunan yang berlangsung selama bertahun-tahun. Pekerjaan itu akhirnya selesai pada 1943, menjadikan Umaid Bhawan salah satu istana terakhir yang dibangun di India sebelum kemerdekaan.
Perpaduan gaya yang khas
Daya tarik istana ini juga datang dari rancangan visualnya. Arsitek Inggris, Henry Vaughan Lanchester, merancang bangunan ini dengan memadukan gaya Art Deco dan elemen tradisional India.
Hasilnya adalah bangunan yang terasa modern, tetapi tetap punya akar budaya yang kuat. Perpaduan dua pengaruh itu membuat Umaid Bhawan memiliki identitas visual yang menonjol di antara bangunan bersejarah lain.
Kesan elegan dari arsitekturnya tidak lepas dari cara desain dan material bekerja bersama. Istana ini tampil mewah tanpa kehilangan karakter lokal yang melekat pada tempatnya berdiri.
Tetap relevan hingga sekarang
Keberadaan museum di dalam kompleks membuat Umaid Bhawan tetap terbuka bagi publik. Sementara itu, bagian yang masih dipakai sebagai kediaman keluarga kerajaan menjaga hubungan istana ini dengan sejarah dinastinya.
Di sisi lain, fungsi hotel mewah menempatkan Umaid Bhawan dalam dunia pariwisata kelas atas. Perpaduan fungsi privat, publik, dan komersial itu membuat istana ini terus relevan di tengah perubahan zaman.
Statusnya sebagai bangunan bersejarah menjadikannya salah satu ikon utama Jodhpur. Wisatawan datang bukan hanya untuk melihat kemegahan bangunannya, tetapi juga untuk merasakan suasana yang menggabungkan sejarah, budaya, dan kemewahan.
Umaid Bhawan juga kerap dipakai untuk acara penting dan pernikahan mewah. Dari istana yang lahir untuk merespons kekeringan, bangunan ini kini menjadi simbol paling menonjol dari kemewahan dan warisan budaya Jodhpur.
Source: www.idntimes.com