pelantar.id – Jumlah penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Karimun hingga November 2018 sebanyak 142 orang. Dari jumlah tersebut, lima orang meninggal dunia.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rahmadi mengatakan, angka 142 penderita tersebut belum sampai tahap mengkhawatirkan. Dibanding dua tahun terakhir, penderita DBD di Karimun mencapai 424 orang.

“Dibanding Oktober 2018, jumlah penderita pada bulan November bertambah tiga orang. Meski terbilang sedikit, tapi kita tetap mengimbau
masyarakat tetap waspada,” kata Rahmadi, Selasa (20/11/18).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rahmadi

Catatan Dinkes Karimun, jumlah penderita DBD pada tahun 2014 sebanyak 380 orang, tahun 2015 sebanyak 386 orang, dan tahun 2016 naik menjadi 424 orang. Kemudian jumlahnya turun menjadi 76 orang di tahun 2017, dan hingga November tahun ini penderita DBD di Karimun sebanyak 142 orang.

Baca Juga :   107 Warga Karimun Terserang DBD, 3 Orang Meninggal

Baca Juga : 

107 Warga Karimun Terserang DBD, 3 Orang Meninggal

Adapun lima penderita DBD yang meninggal tahun ini, dua di antaranya berasal dari Kecamatan Karimun, dua orang dari Kecamatan Kundur Utara dan satu dari Kecamatan Kundur. Dari kelimanya itu dua di antaranya anak-anak yakni di Kecamatan Kundur dan Kecamatan Kundur Barat.

Menurut Rahmadi, tiga orang dewasa yang meninggal tidak murni disebabkan oleh DBD. Mereka terserang komplikasi yang membuat daya tahan tubuh terus menurun.

Jumlah penderita DBD terbanyak terdapat di tiga Kecamatan di Pulau Karimun, yakni Kecamatan Karimun, Kecamatan Meral dan Kecamatan Tebing.

“Kalau rincian datanya saya tak ingat. Tindakan fooging tetap kita lakukan, tapi untuk memberantas nyamuk, bukan mencegah DBD. Artinya fooging baru dilakukan ketika di lingkungan terdapat suspek DBD,” kata Rahmadi.

Baca Juga :   Sabu 3 Kilogram dari Malaysia Akan Diedarkan di Karimun

 

 

Reporter : Abdul Gani
Editor : Yuri B Trisna