pelantar.id – Daftar calon tetap (DCT) untuk calon anggota legislatif pada Pemilu 2019 di Kota Batam, Kepulauan Riau terbebas dari mantan koruptor. Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan tidak ada laporan dari masyarakat terhadap 691 orang caleg yang masuk dalam DCT yang pernah tersandung kasus korupsi.

“KPU tidak menerima aduan atau laporan masyarakat tentang nama-nama caleg dalam DCT yang mantan koruptor,” kata Komisioner KPU Batam, Zaki Setiawan, kemarin.

Baca Juga : Legalisir Ijazah Caleg Batam Banyak Bermasalah

Zaki mengatakan, pihaknya menerima laporan masyarakat mengenai adanya nama caleg yang pernah memiliki kasus, tapi bukan kasus korupsi. Hal senada disampaikan Ketua KPU Batam, Syahrul Huda.

Baca Juga :   Tekan Golput, KPU Batam Bagi Enam Zona Kerja

Ia menegaskan, pihaknya saat ini masih menunggu ketetapan hukum terkait satu orang caleh yang menjadi tersangka kasus pidana.

“Karena ketentuannya seperti itu, harus berdasarkan ketetapan hukum yang sah,” katanya.

Baca Juga : Tak Puas dengan DCT, Caleg Bisa Gugat ke Bawaslu

Sebelumnya, KPU Kota Batam menetapkan 691 orang dalam DCT yang akan memperebutkan 50 kursi DPRD setempat dalam Pemilu 2019. Sepanjang tahapan penetapan DCT, KPU Batam mencoret 29 orang yang diajukan partai politik karena tidak memenuhi persyaratan administratif.

“Saat pengajuan calon, totalnya ada 720 calon yang diajukan oleh 16 parpol. Sebanyak 29 lainnya tidak bisa lanjut dalam tahapan berikutnya karena ada syarat-syarat calon yang tidak terpenuhi,” kata Zaki.

Baca Juga :   Perjuangan Robby Tumewu Melawan Stroke Selesai

Saat pemeriksaan awal kelengkapan syarat, KPU Batam menyatakan 28 orang tidak memenuhi syarat. Jumlah itu bertambah saat tahapan penerimaan tanggapan masyarakat, menjadi 29 orang.

 

Editor : Yuri B Trisna
Sumber : Antara