Di Atas Es Swedia, Bugatti Tourbillon Dipaksa Tetap Terkendali dengan 1.775 HP

Di atas permukaan es yang licin, Bugatti Tourbillon justru sedang diuji untuk urusan yang jauh lebih penting daripada sekadar angka kecepatan. Hypercar 1.775 hp ini dipaksa tetap tenang saat grip berubah drastis, dari aspal kering ke salju padat, slush, sampai es mengilap.

Pengujian itu berlangsung di Colmis Proving Ground, Arjeplog, di wilayah Eropa Utara, selama empat minggu. Bugatti membawa dua unit Tourbillon ke sana untuk menjalani penyetelan dalam suhu yang turun sampai -30°C atau -22°F.

Fokus bukan cuma tenaga besar

Bugatti menilai mobil seperti Tourbillon harus tetap bekerja baik di berbagai cuaca, bukan hanya saat kondisi lintasan ideal. Karena itu, pengujian musim dingin dianggap penting untuk melihat bagaimana mobil bereaksi ketika permukaan jalan berubah cepat.

Lintasan campuran menjadi bagian utama dari program ini. Dalam satu sesi, Tourbillon bisa berpindah dari aspal kering ke permukaan es, lalu kembali menghadapi kondisi yang berbeda lagi dalam waktu singkat.

Rem jadi titik krusial

Salah satu area yang paling diperhatikan adalah sistem pengereman. Bugatti ingin memastikan rem gesek biasa dan pengereman regeneratif bisa bekerja selaras lewat sistem brake-by-wire yang kompleks.

Tantangannya makin besar saat mobil menyeberang dari satu jenis permukaan ke permukaan lain. Jika pengereman dimulai di aspal lalu mobil masuk ke es, sistem di dalam mobil harus cepat menyesuaikan respons terhadap perubahan cengkeraman.

ABS, ESC, dan mode berkendara ikut disetel

Selain rem, Bugatti juga menghabiskan banyak waktu untuk mengkalibrasi ABS dan ESC. Tujuannya sederhana, yaitu menjaga mobil tetap stabil saat traksi berubah secara tiba-tiba di lintasan yang tidak seragam.

Program musim dingin ini juga dipakai untuk mengembangkan mode Comfort, Sport, dan Track pada Tourbillon. Pada mode Sport, mobil dibuat punya keseimbangan yang netral, sementara mode Track mengarahkan lebih banyak torsi ke poros belakang agar drift bisa dilakukan dengan presisi dan berkelanjutan.

Hypercar yang tetap harus bisa jinak

Di mode Track, Bugatti mengandalkan kontrol throttle dan input setir yang sangat kecil untuk menjaga mobil tetap terkendali. Karakter seperti ini menunjukkan bahwa mobil bukan hanya harus cepat, tetapi juga harus bisa beradaptasi dalam kondisi ekstrem.

Miroslav Zrncevic, chief development driver Bugatti Rimac, menegaskan bahwa hypercar memang bukan mobil yang dirancang untuk salju dan es. Namun, pengujian semacam ini tetap perlu dilakukan agar Tourbillon bekerja sangat baik di semua kondisi, dan tetap terasa seperti Bugatti.

Menjelang pengiriman ke pembeli

Tourbillon sendiri hanya akan diproduksi 250 unit. Pengiriman unit pertama dijadwalkan berlangsung nanti tahun ini, sementara perhatian publik sudah terlanjur tertuju pada mobil ini bahkan sebelum masuk ke garasi para pembeli.

Sorotan juga sempat datang dari sisi aftermarket, karena Tourbillon pernah tampil dengan pelek purnajual meski mobilnya belum resmi meluncur. Kini, perhatian justru bergeser ke hal yang lebih dasar: bagaimana sebuah hypercar 1.775 hp bisa tetap jinak saat dipaksa menari di atas es.

Source: www.carscoops.com
Exit mobile version