Di Balik Wibawa Istana, I An Tak Punya Banyak Pilihan Di Perfect Crown

Di Perfect Crown, Pangeran Agung I An tidak tampil sebagai bangsawan yang bebas menikmati hidup istana. Justru sebaliknya, hampir setiap sisi kehidupannya berada di bawah aturan yang ketat, sejak urusan paling kecil seperti cara bergerak sampai pilihan busana dan makanan.

Karakter yang diperankan Byeon Woo Seok itu menunjukkan bahwa status tinggi tidak selalu berarti memiliki ruang gerak luas. Di balik wibawa keluarga kerajaan, I An harus hidup dengan serangkaian larangan yang terus menuntunnya agar tidak melampaui batas yang sudah ditetapkan untuk dirinya.

Bahkan langkahnya tidak boleh melampaui raja

Sejak kecil, I An sudah dibiasakan memahami bahwa posisinya tidak boleh berada di atas raja. Ia tidak boleh berjalan di depan ayahnya, tidak boleh mempertanyakan titah, dan tidak bisa bebas memakai atribut yang identik dengan penguasa karena dianggap mengganggu wibawa kerajaan.

Pembatasan itu juga tidak berhenti pada nasihat. Dalam salah satu momen masa kecilnya, I An pernah ditegur dengan tamparan ketika meminta pakaian Putra Mahkota untuk dipinjamkan, sekaligus menerima pesan bahwa warna tertentu seperti merah pun termasuk milik raja dan tidak bisa dipakai sembarangan.

Kemampuan yang menonjol justru jadi masalah

Di lingkungan istana, kelebihan pribadi tidak selalu disambut sebagai pencapaian. Saat kemampuan I An terlihat menonjol, hal itu justru dipandang sebagai sesuatu yang berpotensi mengganggu urutan suksesi dan posisi kakaknya sebagai pewaris takhta.

Ayahnya bahkan sempat mengganti nama I An ketika kelebihannya mulai tampak jelas. Langkah itu dilakukan agar statusnya turun dan ia tidak terlihat lebih menonjol dibanding kakaknya yang disiapkan untuk mewarisi kerajaan.

Ia juga harus menahan diri saat bisa menang

Pembatasan yang dialami I An terlihat jelas ketika ia mengikuti lomba memanah. Ia sebenarnya punya peluang besar untuk keluar sebagai juara, tetapi ia memilih menahan diri agar tidak melampaui batas yang dianggap aman dalam lingkungan istana.

Situasi itu memperlihatkan bahwa dalam keluarga kerajaan, kemampuan terbaik pun tidak selalu boleh ditunjukkan sepenuhnya. Kemenangan pribadi bisa berubah menjadi hal yang harus dikendalikan demi menjaga tatanan kekuasaan.

Makanan pun tidak luput dari pengawasan

Aturan hidup I An juga merambah ke urusan makan. Dalam Perfect Crown, keluarga kerajaan memilih makan di restoran karena kualitas dan keamanannya dianggap lebih terjamin, sehingga makanan yang masuk ke tubuh mereka tidak dilakukan sembarangan.

I An tidak bebas menyantap sashimi karena risiko keracunan dinilai terlalu besar. Ia juga dibatasi untuk makan jajanan kaki lima karena makanan seperti itu dianggap tidak pantas untuk seorang bangsawan, dan akibatnya ia kerap menahan lapar saat berada di ruang publik.

Saat di luar istana, pengawasan tetap melekat

Begitu meninggalkan area istana, I An belum benar-benar mendapat ruang pribadi. Ia harus dikawal ketat demi keamanan, sementara keberadaan reporter membuat setiap geraknya bisa terekam dan berubah menjadi pemberitaan.

Kondisi itu membuat kehidupan publiknya terasa sempit. Bahkan saat menghadiri pertandingan bisbol, ia tetap tidak bisa bebas memilih penampilan, termasuk soal seragam yang memuat pandangan politik.

Busana santai pun tetap ada aturannya

Larangan serupa berlaku pada pakaian yang tampak santai sekalipun. I An tidak bebas memakai busana yang dianggap kasual atau romantis, termasuk jersey couple dengan Hui Ju karena pakaian itu berasal dari Castle Group, perusahaan yang terkait dengan Hui Ju.

Detail ini menegaskan bahwa identitas I An selalu melekat pada citra istana. Pilihan pribadinya sering kalah oleh pertimbangan politik, reputasi keluarga, dan kebutuhan menjaga jarak dari hal-hal yang bisa menimbulkan tafsir di ruang publik.

Hidupnya lebih banyak diatur daripada dipilih

Dari cara berjalan, makanan yang boleh disantap, sampai pakaian yang bisa dikenakan, kehidupan Pangeran Agung I An di Perfect Crown dipenuhi batas yang terus mengarahkannya agar tetap berada dalam koridor istana. Semua itu membuat sosoknya jauh dari gambaran bebas, meski ia berada di lingkaran tertinggi keluarga kerajaan.

Source: www.idntimes.com

Baca Juga

Back to top button