Waduk Gesek, Bintan

pelantar.id – Waduk Gesek di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) dimasuki oleh air laut sejak beberapa hari lalu. Kini, sumber air bersih masyarakat Kota Tanjungpinang itu sudah berasa payau.

Pelaksana Harian Direktur PDAM Tirta Kepri, Budi Yadi mengatakan, air laut masuk ke Waduk Gesek lantaran waduk itu mengalami kekeringan. Saat waduk yang berbatasan dengan laut tersebut kering, air laut mulai masuk.

“Air pun sekarang berasa payau,” katanya di Tanjungpinang, Senin (11/3/19).

Waduk Gesek sejak beberapa hari lalu tidak berfungsi karena mengalami kekeringan.

“Operasional di Waduk Gesek dihentikan,” katanya dilansir dari kepri.antaranews.com.

Budi mengatakan, dalam kondisi normal, air bersih dari Waduk Gesek didistribusikan untuk 4.800 pelanggan. 
Saat ini, sebanyak 4.400 pelanggan mendapat air yang bersumber dari Waduk Sei Pulai, sumber air bersih lain di Pulau Bintan.

Baca Juga :   Lima Laptop dengan Teknologi Layar Futuristik di Tahun 2020

Sementara, lanjut Budi, kondisi saat ini, volume air di Sei Pulai tinggal dua meter atau hanya dapat bertahan sekitar sebulan.

“Ada 17 ribu pelanggan PDAM di Tanjungpinang yang sumber airnya dari Sei Pulai sejak Waduk Gesek kering. Kalau dalam satu bulan ini tidak terjadi hujan, kemungkinan distribusi air ke rumah pelanggan terpaksa dihentikan,” ujarnya.

Menurut dia, mata air di Waduk Gesek mengalami gangguan. Gangguan itu disebabkan daerah aliran sungai ke waduk mengalami hambatan akibat bendungan yang dibangun warga di sekitar waduk.

“Kami tidak dapat melarangnya, tidak dapat berbuat apa-apa karena lahan tersebut miliknya,” ucapnya.

Budi mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, PDAM Tirta Kepri memberi air gratis. Warga dapat menghubungi PDAM Tirta Kepri jika membutuhkan air bersih.

Baca Juga :   Hari Air Sedunia, Lebih Hemat Air dengan Langkah Berikut

Air tersebut bersumber dari Waduk Sei Pulai.

“Kami siap mengantarnya. Setiap hari ribuan liter air kami salurkan ke perumahan,” kata dia.

*****