pelantar.id – Dinas Perhubungan Kota Batam, Kepulauan Riau akan mengkaji keberadaan sejumlah rambu larangan parkir yang ada di kawasan pertokoan Nagoya. Hal itu setelah puluhan pedagang merasa dirugikan dengan pemasangan rambu-rambu tersebut karena menurunkan pendapatan mereka.

Kabid Lalu Lintas Dishub Batam, Edward Purba mengatakan, pihaknya tidak bisa mencabut rambu larangan parkir yang sudah terpasang, terutama di kompleks pertokoan Bumi Indah, Nagoya. Namun, pihaknya akan melakukan kajian untuk mencari solusi lain agar usaha pedagang di kawasan tersebut tidak mati.

“Kalau gambaran kami dari segi mekanisme peraturan, rambu sudah bergeser. Tapi penyampaian dari pemilik toko ini akan kami kaji,” ujar Edward di hadapan puluhan pemilik toko yang menyampaikan keluhan mereka di kedai kopi Sudi Mampir, Nagoya, Selasa (16/10) siang.

Kabid Lalu Lintas Dishub Batam, Edward Purba.
Foto: PELANTAR/Fathurrohim

Edward mengatakan, terkait pembatas jalan di simpang empat komplek pertokoan Bumi Indah Nagoya, akan disampaikan kepada Wali Kota Batam.

“Pembatas jalan akan kami belah. Namun, ini keputusannya ada di Kepala Dishub Batam dan Wali Kota. Karena kami tak bisa memutuskan langsung, beri kami waktu,” ujarnya.

Baca Juga : Pedagang di Nagoya Keluhkan Rambu Larangan Parkir

Terkait masalah ini, Ketua Komisi III DPRD Batam, Nyangyang Haris berjanji akan mencarikan solusi terbaik dengan menggelar rapat bersama pihak-pihak berkepentingan. Ia mengatakan, niat dan tujuan pemerintah tak ada yang negatif. Pelebaran jalan memang harus diimbangi dengan pemasangan rambu-rambu lalu lintas agar semua berjalan tertib dan lancar.

“Sebenarnya baik, tak ada yang negatif. Masalah jalan ini, pertumbuhan kendaraan di Batam memang sangat tinggi, makanya aturan lalu lintas juga harus dipertegas. Cuma mungkin ada kurang komunikasi soal pemasangan lokasi rambu-rambu ini,” katanya.

 

Reporter : Abdul Gani

Editor : Yuri B Trisna

 

Baca Juga :