pelantar.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau menyiapkan dua sepeda motor pintar untuk melayani masyarakat Suku Asli Karimun. Dua motor yang membawa 200 eksemplar buku pengetahuan dan umum akan berkeliling di pemukiman warga Suku Asli.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Karimun, Isnaini melalui Kabid Pengembangan Minat Baca, Elviendra mengatakan, dua motor pintar itu akan dikelola oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sinar Bangsa di Kecamatan Meral Barat, dan PKBM Bhakti Negeri di Kecamatan Kundur Barat. Dua motor pintar keliling itu akan melayani masyarakat Suku Asli Karimun di dua wilayah tersebut.

“Tadi dua motornya sudah kami serahkan langsung kepada Ketua PKBM Sinar Bangsa, Sabari Basirun. Motor pintar ini sudah dilengkapi dengan 200 eksemplar buku, yang klasifikasinya ada buku untuk pelajar dan ada untuk pengetahuan umum. Jadi tinggal keliling ke pemukiman masyarakat,” kata Elvi, Selasa (16/10).

Ia mengatakan, masyarakat Suku Asli di Kecamatan Meral Barat dan Kecamatan Kundur Barat sudah terbebas dari buta aksara. Adapun dua motor pintar itu bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menambah wawasan.

Baca Juga :   Kemendikbud Sambangi Museum Batam Raja Ali Haji

Elvi berharap pengelola dua motor pintar dapat memaksimalkan dan mengoperasikan fasilitas yang telah diberikan agar bermanfaat maksimal bagi masyarakat sekitarnya, khususnya daerah-daerah terpencil yang jauh dari jangkauan mobil perpustakaan keliling atau roda empat.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Karimun menyerahkan motor pintar kepada Ketua PKBM Sinar Bangsa, Sabari Basirun Selasa (16/10).
Foto: PELANTAR/Abdul Gani

Ketua PKBM Sinar Bangsa, Sabari Basirun mengatakan, motor pintar yang baru saja diterimanya itu akan diprioritaskan bagi masyarakat suku asli di Teluk Setimbul Kecamatan Meral Barat. Selama ini, masyarakat tersebut memang menjadi atensi dari PKBM Sinar Bangsa, yang sebelumnya telah dilakukan program pengentasan buta aksara.

“Mereka ini kan sudah ada yang pandai membaca atau sudah tidak buta aksara lagi. Jadi kalau berhenti baca setelah selesai dari program ini, takutnya bisa lupa lagi. Jadi kami akan prioritaskan bagi sasaran masyarakat yang dulunya buta aksara dan sekarang sudah pandai membaca,” kata dia.

Baca Juga :   Kasus Covid-19 di Batam Meningkat, Tim Gabungan Patroli 3 Kali Sehari

PKBM Sinar Bangsa juga akan berkoordinasi dengan beberapa donatur yang tidak mengikat, serta bekerja sama dengan akademisi atau beberapa kampus di Karimun untuk menambah koleksi buku yang dibawa motor pintar tersebut.

“Kalau ini sukses, nanti kami akan kembali mengajukan untuk mobil pintar dan kapal pintar bagi masyarakat di pulau-pulau. Sehingga semua anak-anak Suku Laut punya kesempatan yang sama dalam membaca,” kata Sabari.

Terpisah, anggota DPRD Karimun, Nyimas Novi Ujiani mengatakan, dua unit motor pintar tersebut baru dapat direalisasikannya dengan mengalokasikan dari dana aspirasi. Menurutnya, motor pintar memang sangat dibutuhkan untuk masuk ke wilayah pedesaan atau gang-gang sempit.

“Sehingga masyarakat pinggiran pun bisa baca buku. Rencana tahun depan akan kami usulkan untuk kapal pintar, biar bisa menjangkau semua pulau-pulau. Yang tujuannya adalah pengentasan buta aksara di seluruh wilayah Karimun,” kata Novi.

 

Reporter : Abdul Gani
Editor : Yuri B Trisna