Lebaran segera tiba tidak lama lagi. Libur lebaran yang cukup panjang mungkin dapat mulai anda persiapkan dari sekarang. Jika anda berencana menikmati lebaran ke wilayah Jawa Timur, tidak ada salahnya anda mulai membuat rencana perjalanan.

Sejumlah wisatawan asal Prancis menikmati safari di Taman Nasional Baluran, Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (2/4). Safari Taman Nasional Baluran merupakan paket wisata dari Rosa’s Ecolodge dengan menawarkan keliling savana, perkawinan buatan (breeding) semi alami Banteng Jawa (Bos Javanicus), menyelam diatas permukaan (snorkeling), dan menyelam (diving). Foto : Badrus Yudosuseno

Jawa Timur menawarkan kemudahan transportasi untuk mengakses berbagai lokasi menawan yang dimiliki oleh provinsi di ujung Timur Pulau Jawa itu. Jika waktu anda tidak banyak, mungkin Taman Nasional Baluran yang terletak di dua kabupaten, yakni Banyuwangi dan Situbondo merupakan pilihan yang tepat. Pasalnya, penerbangan langsung dari Jakarta dan Surabaya menuju Banyuwangi telah tersedia, sehingga memudahkan anda mencapainya.

Mengunjungi Baluran dari luar kota dan tidak memiliki kenalan, anda tidak perlu khawatir. Wisatawan dapat dengan mudah mencari penyewaan kendaraan dengan harga terjangkau. Untuk jenis sepeda motor matik keluaran terbaru, anda hanya akan dikenakan harga berkisar Rp50-Rp100 ribu, tergantung tipe.

Dari Banyuwangi, Taman Nasional Baluran dapat ditempuh dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah menggunakan sepeda motor sewaan.

Perjalanan dengan sepeda motor dalam kecepatan sedang dapat ditempuh selama 1,5 jam dari Banyuwangi. Anda hanya harus menyisir rute menuju Kabupaten Situbondo, sambil menikmati sejuknya pemandangan alam khas perbukitan karst.

Taman Nasional Baluran memiliki 26 jenis mamalia yaitu Banteng (Bos javanicus), Kerbau liar (Bubalus bubalis), Ajag (Cuon alpinus javanicus), Kijang (Muntiacus muntjak), Rusa (Cervus timorensis russa), Macan tutul (Panthera pardus melas), Kancil (Tragulus javanicus pelandoc), Kucing bakau (Prionailurus viverrinus), dan burung merak (Pavo muticus).

Seekor burung merak (Pavo muticus) berjalan di Savana Bekol. Foto : Badrus Yudoseno

Gerbang masuk ke Taman seluas tak kurang dari 250 kilometer persegi itu akan dengan mudah ditemui di kanan jalan saat memasuki wilayah Banyuputih, perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Situbondo. Jika anda datang dari arah Barat, pintu masuk akan terletak di sebelah kanan jalan, setelah hutan Jati, Baluran. Namun jika anda termasuk orang yang kesulitan dengan orientasi berpanduan arah, ada baiknya anda input koordinat lokasi pintu masuk di perangkat Global Positioning System anda yaitu 7°55’17.76″S dan 114°23’15.27″E.

Rusa Timor di TN Baluran. Foto : Badrus Yudosuseno

Untuk dapat menjelajahi taman yang memilikii tipe vegetasi sabana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun ini anda tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Karcis masuk kendaran roda dua berboncengan Rp43 ribu, termasuk asuransi.

Baca Juga :   Seorang Arsitek Jepang Desain Toilet Transparan

Selain persediaan bahan bakar di tanki kendaraan, bekal makanan dan kebutuhan pribadi, mungkin anda hanya akan memerlukan biaya tambahan untuk mengakses area parkir yang besaranya hanya Rp2.000 saja.

Harga tiket berbeda ditetapkan oleh pemerintah untuk wisatawan mancanegara. Untuk dapat menikmati keindahan Baluran, wisatawan asing itu dikenai tiket sebesar Rp150 ribu untuk hari kerja, dan Rp225 ribu untuk hari Minggu dan hari libur nasional. Sementara, jika pengunjung akan menggunakan taman untuk melakukan foto pranikah, pengelola mematok tarif Rp250 ribu perkegiatan, dan untuk video komersial Rp1 juta. Sedangkan, untuk keperluan produksi film, akan dikenai Rp10 juta per produksi.

Ada dua titik yang dapat dipilih untuk kunjungan cepat, jika waktu anda betul-betul terbatas, yakni Savana Bekol dan Pantai Bima. Sajian pemandangan padang rumput yang menghampar sejauh mata memandang dan posisi pepohonan berbagai jenis yang berpencar-pencar akan membuat anda serasa bersafari di Afrika.

Salah satu sudut pantai di TN Baluran. Foto : Maya Dewi

Empat puluh menit berkendara santai di jalanan makadam sepanjang 12 kilometer, anda akan tiba di savana. Sebetulnya ada pilihan ringkas untuk menikmati pemandangan dari menara pandang yang disediakan oleh pengelola taman. Namun saat kami berkunjung pada awal Juni 2018 ini, menara sedang dalam perbaikan, sehingga tidak dapat diakses untuk sementara waktu.

Selama empat puluh menit pertama, pengunjung akan dapat melihat Gunung Ijen yang terlihat di kejauhan. Gunung vulkanik yang masih aktif itu menjulang, menyempurnakan keindahan padang rumput dan pepohonan yang rimbun. Sepanjang perjalanan, pengunjung sebaiknya berhati-hati karena sebagai taman nasional, Baluran memiliki berbagai macam satwa endemik.

Seekor banteng jantan (depan atau warna coklat gelap) dalam program konservasi dan perkawinan buatan (breeding) semi alami Banteng Jawa (Bos Javanicus) di Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Rabu (26/6). Konservasi dan perkawinan buatan bekerja sama dengan Taman Safari Indonesia karena populasi banteng semakin menurun dari 150-200 ekor di tahun 1970, tersisa 26 pada tahun 2012 silam. Foto: Badrus Yudosuseno

Ayam hutan, burung merak dan perkutut jenis gendawa dan berbagai mamalia dapat dengan mudah anda jumpai di kanan dan kiri jalan, kadang menyeberang jalan tidak terusik. Jika anda seorang pehobi fotografi, sangat disarankan untuk melengkapi kunjungan dengan lensa telefoto agar dapat mengabadikan berbagai jenis satwa di alamnya.

Baca Juga :   Hang Nadim Gandeng Polisi Awasi Harga Tiket

Guncangan kecil yang diakibatkan jalan makadam tidak akan begitu menyakitkan dan pasti akan terbayar ketika anda sampai di Savana Bekol. Selain padang rumput dan pepohonan, anda dapat menemukan rusa, berbagai jenis monyet dan kerbau di savana itu. Jika anda hanya berbekal perangkat kamera kompak atau ponsel pintar, tidak perlu khawatir, banyak satwa yang dapat anda bidik untuk melengkapi komposisi keindahan alam pada foto anda.

Puas dengan pemandangan savana, anda dapat melanjutkan jalan-jalan ke Pantai Bima yang memiliki ekosistem mangrove nan menwan. Siapkan tenaga untuk menjajal trek ringan di perbukitan mangrove di sekitar pantai itu, dan menikmati suasana dermaga mangrove. Jika memilih untuk melakukan trekking, anda sebaiknya menjaga barang bawaan tetap berada seringkas mungkin menempel pada tubuh. Bukan tidak aman, namun sejumlah monyet kadang suka usil menyerobot barang-barang pengunjung pantai itu.

Selain hamparan bentang alam yang molek, Baluran juga menawarkan wisata bawah air yang menarik untuk dicoba. Berbagai jenis ikan cantik menghuni terumbu karang yang masih terjaga menunggu anda di sana.

Keindahan bawah laut TN Baluran. Foto : Badrus Yudosuseno

Soal kuliner, jika anda tidak terbiasa dengan makanan ala safari, ada baiknya anda membawa bekal sendiri. Pasalnya warung makan yang ada di lokasi tersebut hanya menjual sejumlah menu ringan. Namun jika kuliner bukan prioritas, dan anda dapat bertahan dengan mie instan, berbagai menu penyetan, nasi goreng dan camilan ringan, anda dapat membelinya di sejumlah warung yang ada di lokasi itu dengan harga yang sangat terjangkau.

Kunjungan sehari mungkin cukup untuk anda yang hanya melintas di Jawa Timur, atau akan melanjutkan berlibur ke Malang, Jember, Bali atau wilayah lain dengan perjalanan darat. Jika tidak, anda dapat menginap untuk di homestay milik taman nasional yang terdapat di Savana Bekol. Harganya cukup murah, Rp100 ribu hingga Rp250 ribu perorang.

Peristiwa terorisme yang mengguncang Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu mungkin membuat belasan negara mengeluarkan saran bepergian bagi warganya ke Indonesia. Dengan mencoba sendiri berwisata dan menikmati keramahan warga Jatim, mencicipi aneka kuliner andalan dan menyaksikan budaya lokal setempat, mungkin akan membantu pemulihan dunia wisata Indonesia.

**Artikel dan foto adalah catatan perjalan wisata yang dikirim oleh pembaca. 

Penulis : Maya Dewi/IG : @mayad3wi

Foto       : Badrus Yudoseno/ IG : @yudosuseno

Editor   : Joko Sulistyo