Kementerian Sosial menyiapkan lelang terbuka untuk logam mulia, perhiasan emas, dan mutiara dengan nilai limit total Rp10.176.929.000. Barang-barang itu tidak sekadar dilepas untuk ditawarkan ke publik, tetapi hasilnya akan diarahkan langsung ke program yang menyentuh warga miskin dan keluarga yang membutuhkan.
Skema ini membuat aset yang selama ini tersimpan bisa berubah menjadi dana yang lebih berguna. Bagi Kemensos, lelang tersebut bukan hanya soal penjualan barang bernilai tinggi, melainkan juga cara mengubah aset mengendap menjadi manfaat sosial yang lebih cepat terasa.
Ratusan Keping Emas dan Mutiara yang Akan Dilelang
Daftar lelang mencakup 738 keping logam mulia dengan bobot total 3.230 gram. Selain itu, ada 832 keping perhiasan emas seberat 2.967 gram dan 756 pasang perhiasan mutiara yang ikut masuk dalam paket lelang.
Seluruh barang itu berasal dari pelaksanaan Undian Gratis Berhadiah yang terhimpun sejak 2008. Karena itu, proses lelang ini menjadi kelanjutan dari pengelolaan barang berharga yang selama ini belum tersalurkan kepada penerimanya.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa barang yang dilepas berasal dari Hadiah Tidak Tertebak atau HTT, serta Hadiah Tidak Diambil Pemenangnya atau HTDP. HTT merujuk pada hadiah yang sudah tersedia tetapi tidak diambil, sedangkan HTDP adalah hadiah yang pemenangnya sudah ada namun hadiahnya tetap tidak diambil.
Hasil Lelang untuk Program Kesejahteraan
Saifullah Yusuf menegaskan bahwa dana hasil lelang tidak akan berhenti sebagai pemasukan biasa. Seluruhnya akan dialokasikan untuk program kesejahteraan masyarakat, dengan dua fokus utama yang sudah disebutkan.
Fokus tersebut adalah renovasi rumah warga miskin agar lebih layak huni dan pembiayaan modal usaha produktif. Pemerintah berharap hasil lelang ini memberi manfaat langsung bagi keluarga penerima, baik dari sisi tempat tinggal maupun dukungan untuk memperkuat kemandirian ekonomi.
Dengan pola seperti ini, nilai barang tidak berhenti pada bentuk fisiknya. Nilai itu diubah menjadi bantuan yang lebih relevan dengan kebutuhan warga, terutama mereka yang masih menghadapi kondisi hidup serba terbatas.
Lelang Dibuka untuk Publik
Kemensos juga membuka proses lelang ini untuk masyarakat luas. Penjelasan teknis atau aanwijzing akan digelar melalui Zoom Meeting pada Kamis, 21 Mei 2026, pukul 13.30 sampai 15.00 WIB.
Setelah itu, penawaran harga secara daring dibuka pada 13 sampai 25 Mei 2026 pukul 14.35 WIB sesuai waktu server. Pemerintah berharap partisipasi publik bisa ikut mendorong nilai penjualan mencapai angka terbaik.
Semakin banyak peminat yang ikut, semakin besar peluang dana yang terkumpul. Dari sana, manfaat yang disalurkan ke warga miskin dan keluarga membutuhkan juga berpeluang makin besar lewat program yang sudah disiapkan Kemensos.





