Kawasan Industri Batamindo

pelantar.id – Dunia investasi di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) terus menggeliat. Saat ini ada empat perusahaan modal asing (PMA) yang siap beroperasi di kota itu, khususnya di kawasan Industri Batamindo dengan nilai investasi mencapai 49,3 juta dolar Amerika Serikat.

Keempat PMA itu dipastikan juga bakal merekrut ribuan tenaga kerja dalam waktu dekat. Empat PMA itu adalah,
Pegatron dari Taiwan, Maruho dari Jepang, Sammyung dari Korea dan Simatelex dari Hongkong.

Manager General Affair Batamindo, Tjaw Hioeng mengatakan, dari keempat PMA ini, Pegatron membutuhkan tenaga kerja paling banyak yakni 1.000 tenaga kerja. Rinciannya, 800 tenaga kerja perempuan dan 200 orang tenaga kerja laki-laki.

Baca Juga :   Pelantikan Ketua DPRD Kabupaten Karimun Ditunda

“(Pegatron) tinggal buruhnya saja. Proses perekrutannya akan berjalan paralel dengan penyelesaian akhir proses renovasi. Kalau perusahaan lainnya, akan membuka lowobgan sekitar 100-an tenaga kerja,” katanya di Batam.

Untuk nilai investasi, lanjut Tjaw Hioeng, Pegatron sebanyak 40 juta dolar Amerika, Maruho 1,6 juta dolar Amerika, Sammyung 4,5 juta dolar Amerika dan Simatelex sebanyak 3,2 juta dolar Amerika.

“Semuanya telah mendapatkan NIB dan izin usaha industri (IUI) melalui Online Single Submission (OSS) dan memerlukan sekitar 1300 tenaga kerja,” ujarnya dilansir dari JPNN, Rabu (27/3/19).

Terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid menyambut baik geliat investasi di Batam lewat masuknya perusahaan-perusahaan asing dari Asia Timur ini.

Baca Juga :   ILO: Pandemi Covid-19 Berdampak pada Pekerja Perempuan dah Hilangnya Jam Kerja

“Sebagaimana kita ketahui bahwa porsi perekonomian Kepri itu disumbang oleh perekonomian Batam sebesar 70 persen. Ini menurut saya merupakan kerja keras pemerintah membenahi investasi dan perizinan di Batam,” ujarnya.

Bukti kerja keras itu terbukti dari peningkatan porsi pembentukan modal tetap bruto yang mencapai pertumbuhan 3,87 persen pada tahun lalu.

“Kebangkitan ekonomi baru akan dirasakan pada tahun depan. Karena tahun ini masih tahap awal persiapan masuknya investasi baru ke Batam. Prosesnya bisa lama juga sehingga dampak ekonomi baru akan terasa tahun depan,” kata dia.

*****