EMTA Siapkan Mini EV Jepang-Buatan China, Bisa Diperbarui Setelah Dibeli

Bukan cuma soal mobil listrik kecil, EMTA masuk ke Jepang dengan ide yang membuat produknya terasa lebih fleksibel setelah dibeli. Lewat model pertama yang bisa diperbarui setelah sampai di tangan konsumen, merek ini mencoba menawarkan sesuatu yang berbeda di pasar kei car yang sudah sangat padat.

Yang menarik, mobil listrik mini pertama EMTA tidak lahir dari satu negara saja. Konsepnya diputuskan di Jepang, lalu produksinya direncanakan di China, sehingga produk ini membawa ciri desain pasar Jepang sekaligus dukungan manufaktur lintas negara.

EMTA hadir melalui EMT Co., perusahaan patungan lima perusahaan yang di dalamnya ada Chery Automobile Co. dari China dan Autobacs Seven Co. dari Jepang. Kyodo News melaporkan mobil listrik mini pertama EMTA dijadwalkan meluncur di Jepang tahun depan, jadi kehadirannya sudah mulai dipetakan dengan cukup jelas.

Fokus pada pembaruan setelah pembelian

Salah satu hal yang paling menonjol dari EMTA adalah rencana pembaruan setelah mobil dibeli. Perusahaan menyiapkan penyesuaian yang bisa memengaruhi kinerja berkendara dan jarak tempuh, sehingga mobil tidak berhenti berkembang saat keluar dari dealer.

Pendekatan ini membuat kepemilikan mobil terasa lebih dinamis. Konsumen masih bisa mendapatkan penyesuaian tertentu setelah pembelian, sesuai kebutuhan yang berubah dari waktu ke waktu.

Selain itu, EMTA juga memberi ruang pengaturan yang lebih praktis lewat ponsel pintar. Dua fitur yang bisa diubah dari perangkat itu adalah posisi kursi dan suhu penyejuk udara.

Dirancang untuk pasar Jepang, dibuat lewat jalur berbeda

Meski produksinya akan dilakukan di China, arah pengembangan produk tetap digodok di Jepang. Konsep dan spesifikasi desain model pertama diputuskan di sana agar mobil tetap terasa cocok dengan selera pasar Jepang.

Model seperti ini menunjukkan strategi yang tidak umum. EMTA tidak sekadar membawa mobil impor biasa, melainkan membangun produk dengan keputusan desain, manufaktur, dan orientasi pasar yang dibagi dalam satu kerja sama.

Di pasar Jepang sendiri, langkah seperti ini punya bobot tersendiri. Segmen kei car sudah lama identik dengan mobil kecil dan efisien, jadi pemain baru harus punya pembeda yang jelas agar bisa dilirik.

Rencana produk belum berhenti di satu model

Walau model pertama masih menjadi fokus utama, EMT Co. sudah menyiapkan arah yang lebih panjang. Perusahaan juga merencanakan tiga model tambahan hingga 2029.

Meski begitu, belum semua detail dibuka. Harga dan target penjualan untuk model pertama belum ditetapkan, sedangkan keputusan soal produksi model berikutnya di Jepang masih dalam tahap pertimbangan.

Dengan komposisi seperti ini, EMTA tampak mencoba masuk ke pasar yang sudah matang tanpa mengandalkan satu faktor saja. Desain Jepang, produksi China, dan fitur yang bisa diperbarui setelah pembelian menjadi kombinasi yang dipakai untuk menonjol di kelas mobil listrik mini.

Source: voi.id
Exit mobile version