Pelantatr.id – Pemerintah Kabupaten Karimun menyerahkan insentif di 130 RT RW, dari enam Kelurahan se Kecamatan Karimun.

Insetif tersebut merupakan insentif triwulan III dengan total nilai sebesar Rp130 juta.

Penyerahan insentif itu dilakukan di aula Kantor Camat Karimun, Rabu (3/10).

Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, sampai saat ini insentif untuk RT dan RW se Kabupaten Karimun masih diberikan.

Padahal ada beberapa daerah yang semakin kolaps seperti kesulitan menggaji tenaga honorer.

“Kondisi ini terjadi di beberapa Kabupaten yang ada di Provinsi Riau, yang bertetanggaan dengan kita seperti Rokan Hilir, Pelalawan dan lainnya. Ada belasan ribu tenaga honor yang dirumahkan. Tapi alhamdulillah kita di Kabupaten Karimun sampai sekarang masih lancar, mulai dari insentif RT RW, guru TPQ dan sebagainya,” kata Rafiq.

Baca Juga :   1.300 Karyawan Mal di Batam Divaksin

Besaran insentif yang diterima oleh semua RT dan RW mencapai Rp1 juta per orang. Angka tersebut dinilai naik dibanding tahun 2017 lalu, yang nilainya sebesar Rp750 ribu.

Sedangkan untuk RT RW di semua Desa dianggarkan melalui Alokasi Dana Desa (ADD), sehingga penyerahannya terpisah.

Sementara, Camat Karimun, M Arfan mengatakan jumlah RT dan RW se Kecamatan Karimun secara keseluruhan sebanyak 182 orang. Hanya saja, untuk RT RW di enam Kelurahan ada 130 orang dan sisanya 52 lagi berada di tiga desa.

“Untuk insentif RT RW di Desa bersumber di ADD masing-masing desa. Sehingga penyerahannya tergantung dari proses pencairan. Tadi kita sudah berkoordinasi kepada semua Kades, katanya insentif untuk para RT RW masih menanti pencairan dan sudah diajukan,” kata Arfan.

Baca Juga :   Karimun Bebas Desa Terisolir

Terpisahnya penyerahan insentif RT RW antara Kelurahan dan Desa, dikarenakan pemerintah desa merupakan otonomi sendiri, sehingga anggarannya juga terpisah.

reporter: Abdul Gani
editor: eliza gusmeri