pelantar.id – Erupsi freatik yang sempat terjadi di Gunung Merapi Jogjakarta, Jumat (11/5) pagi sekira pukul 06.00 waktu setempat membuat penerbangan dari Bandara Internasional Hang Nadim, Batam menuju Bandara Internasional Adisucipto Jogjakarta mengalami gangguan.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Suwarso menyatakan, pihaknya sempat menunda keberangkatan penerbangan menuju Jogjakarta karena pesawat Lion JT277 yang seharusnya berangkat dari Jogjakarta menuju batam masih tertahan hingga pukul 15.00.

Kendati demikian, penerbangan di Jogjakarta menurut Suwarso sudah mulai dibuka kembali, meskipun belum lancar karena rotasi pesawatnya masih tersendat.

“Saat ini kita masih menunggu di Batam karena yang dari Yogyakarta belum ada yang terbang. Yaitu pesawat Lion Air JT277,” jelasnya.

Baca Juga :   Kebiasaan di Pagi Hari yang Bisa Bikin Hidup Bahagia

Di Batam sendiri penerbangan menuju Yogyakarta hanya ada satu kali penerbangan yaitu pukul 15.00 WIB. Sementara dari Yogyakarta menuju Batam pukul 12.00 WIB.

Baca Juga : Sempat Semburkan Uap, Status Merapi Kembali Normal

Sebelumnya, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hanik Humaida dalam rilis resminya menyatakan, erupsi kali ini bersifat freatik, atau didominasi uap air yang tidak terlalu berbahaya. Erupsi freatik berlangsung satu kali dan tidak diikuti oleh erupsi susulan. Sebelum erupsi, jaringan seismik Merapi tidak menunjukkan aktivitas kegempaan yang berkempanjangan. Hanya terjadi peningkatan suhu di dasar kawah secara singkat pada pukul 06.00.

Baca Juga :   AMPAS Seleksi 347 Film untuk Nominasi Oscar 2019

Fasilitas pemantau aktivitas vulkanologi di Gunung Merapi sempat merekam kegempaan dengan durasi sekitar 5 menit saat uap air disertai debu menyembur hingga setinggi 5,5 kilometer ke udara.

Joko Sulistyo