Pelantar.id – Setelah Facebook membeli instagram dan whatsApp, Facebook berencana menyatukan ketiga platform tersebut. Hal itu dilakukan untuk menciptakan pengalaman perpesanan terbaik untuk miliaran pengguna di dunia.

Dilansir melalui situs Independent, Sabtu, 26 Januari 2019, meski digabungkan aplikasi akan berbeda, hanya infrastruktur pesan di dalamnya yang akan sama. Seorang juru bicara Facebook mengatakan, merger akan menjadikan pesan lebih cepat dikirim, sederhana, dapat diandalkan dan lebih tertutup.

Namun penggabungan tersebut menurut para akan berdampak ke privasi pengguna. Namun juru bicara Facebook mengatakan bahwa perusahaan sedang berupaya membuat lebih banyak produk perpesanan dengan enkripsi end-to-end.

Perusahaan ini juga berupaya menjangkau teman dan keluarga di seluruh jaringan dengan berbagai pengembangan fitur. Belum ada penyataan resmi dari Facebook, namun diperkirakan akan terwujud di awal tahun depan.

Baca Juga :   Pemrov Kepri Keluarkan Aturan Larangan Rayakan Tahun Baru 2021

Merger ini merupakan kebalikan dari apa yang pernah disampaikan CEO Facebook, Mark Zuckerberg. Ia dulu mengatakan baik Facebook, Instagram maupun WhatsApp akan beroperasi secara mandiri di jejaring sosial.

Sayangnya rencana tersebut tak sepenuhnya diterima karyawan, terutama karyawan WhatsApp dilaporkan kesal dengan rencana ini. Poin utamanya ialah karena terkait privasi data. Pasalnya saat ini pengguna WhatsApp tidak perlu menuangkan informasi pribadinya selain hanya nomor ponsel.

Namun adanya upaya merger ini akan memaksa pengguna WhatsApp untuk mengungkapkan informasi pribadi. Pakar privasi data, Tim Mackey mengatakan perusahaan harus sangat berhati-hati dalam upaya ini, terlebih mereka pernah memiliki sejarah buruk terkait privasi.

“Menggabungkan informasi pribadi dari tiga aplikasi adalah masalah yang cukup rumit. Tim pengembangan Facebook sebaiknya memprioritaskan privasi pengguna,” tuturnya.

Baca Juga :   Garuda Indonesia Buka Lowongan Awak Kabin Haji

Dalam sebuah pernyataan perusahaan mengatakan bahwa sudah ada diskusi dan debat panjang ketika mereka ingin memulai prosesnya (merger) dan bagaimana sistem ini akan bekerja di masa mendatang.

sumber: viva.co.id