Pelantar.id -Ratusan ribu calon jamaah haji Indonesia harus menunda rencana haji mereka tahun ini karena Pemerintah memutuskan jadwal keberangkatan haji tahun 2020 karena masalah coronavirus.

Indonesia, yang memiliki kuota jemaah haji terbesar di dunia, tiap tahunnya keberangkatan dapat mencapai hingga 221.000 orang.

Kementerian Urusan Agama mencatat bahwa hampir 180.000 peziarah telah membayar untuk perjalanan yang dijadwalkan.

Namun, Menteri Urusan Agama Fachrul Razi mengatakan karena kita masih menghadapi pandemi dan tak cukup waktu bagi pemerintah untuk menyiapkan visa jemaah dan persiapan lainnya.

“Tidak ada keberangkatan haji tahun ini. Mereka yang telah membayar dan mendaftar akan ditempatkan untuk keberangkatan tahun depan,” kata Fachrul pada Selasa dikutip dari Jakartapost.

Baca Juga :   Nasib Motor Selundupan Susul Bandar Narkoba

Fachrul, yang juga menyebutkan masalah keselamatan dan kesehatan sebagai faktor lain yang dipertimbangakn pemerintah, dan telah membahas hal itu dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Perwakilan Rakyat.

Dia menegaskan bahwa mereka yang telah membayar biaya perjalanan haji (BIPIH) akan memulai haji pada tahun 2021. Pemerintah pusat juga akan mengembalikan BIPIH ke pemerintah daerah.

Gelombang pertama jemaah haji Indonesia pada awalnya dijadwalkan untuk berangkat pada 26 Juni dan akhirnya ditunda tahun depan/