Pelantar.id – Disney berencana meluncurkan media streamingnya sendiri yakni Disney+ akhir tahun ini. Langkah ini sejalan dengan keputusan Disneymencabut seluruh kontennya yang berada di Netflix, serta menghentikan kontrak mereka.

Atas keputusan tersebut, Disney diperkirakan kehilangan US$ 150 juta atau setara Rp 2 triliun dibanding terus bersama dengan Netflix. Anda tidak akan menemukan lagi film-film Disney di Neflix alias harus berlangganan langsung dengan Disney+.

Di medianya sendiri Disney akan menampilkan film-film Star Wars, film-film Marvel, Pixar, dan produksi Disney sendiri termasuk juga untuk film-film dan konten yang bagian dari hasil akuisisi Disney di Twenty First Century Fox senilai US$ 71,3 miliar.

Selama ini Disney tak hanya bekerjasam dengan Netflix, Disney juga menjalin kesepakatan dengan Hulu. Tapi mungkin ini tak akan separah Netflix, mengingat Disney sedang proses akuisisi 60% saham Hulu.

Baca Juga :   Bagaimana Awal Mula Dibangunnya Jembatan Barelang?

“Captain Marvel, yang akan keluar pada kuartal kedua, adalah film pertama yang akan kami tahan dari kesepakatan produksi kami. Jadi, di situlah Anda bisa melihat pendapatan lisensi kami,” kata Christine McCarthy, chief financial officer di Disney, pada konferensi pers pendapatan kuartal pertama Selasa (5/2/2019), dikutip dari CNBC Internasional.

Disney sadar bahwa keuangan perusahaan akan terpukul sebab perjanjian ini. Kendati mereka berharap Disney+ akan bisa menambalnya di masa depan.

Sejauh ini, Disney telah mengumumkan serial televisi Star Wars yang disebut ‘The Mandalorian’ serta tujuh seri dari animasi ‘Star Wars: The Clone Wars’. Ia juga telah merencanakan serangkaian serial televisi spin-off yang menampilkan karakter Marvel termasuk Loki, Scarlet Witch dan Vision, Winter Soldier dan Falcon.

Baca Juga :   YLBHI Kecam Larangan MA Soal Memoto Persidangan

sumber: cnbc indonesia