Florida Masuk Pusat Perang Peta Pemilu, DeSantis Dorong Peta Baru yang Ancam Demokrat

Dorongan Gubernur Florida Ron DeSantis untuk mengubah peta kongres di negaranya kembali menambah panas pertarungan soal batas daerah pemilihan di Amerika Serikat. Usulan itu menyasar empat kursi DPR AS milik Partai Demokrat dan membuka peluang besar bagi Partai Republik untuk memperkuat cengkeramannya di Florida.

Jika peta baru itu lolos, Partai Republik berpotensi menguasai 24 dari 28 kursi Florida. Saat ini, partai itu memegang 20 kursi, sementara Demokrat memiliki 8 kursi, sehingga perubahan ini bisa menggeser keseimbangan representasi secara signifikan.

DeSantis sudah meminta legislatif Florida berkumpul dalam sesi khusus yang dimulai Selasa untuk membahas langkah tersebut. Meski begitu, belum ada jaminan usulan ini akan mulus, karena parlemen negara bagian juga dikuasai Partai Republik dan tetap harus menunjukkan dukungan yang cukup.

Taruhan politik yang sangat besar

Langkah DeSantis muncul saat Partai Republik berusaha keras menjaga mayoritas di DPR AS. Dalam kondisi saat ini, mereka hanya bisa kehilangan dua kursi pada pemilu November jika ingin tetap mempertahankan kendali atas kamar legislatif itu.

Situasinya membuat peta Florida punya bobot yang jauh lebih besar dari sekadar urusan administratif. Jika DPR jatuh ke tangan Demokrat, partai oposisi itu bisa membuka penyelidikan terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump dan berpotensi menghambat agenda legislatifnya di Kongres.

Karena itu, pertarungan redistricting di Florida kini dipandang sebagai bagian dari perebutan kekuasaan yang lebih luas. Setiap perubahan batas distrik bisa berdampak langsung pada peluang partai untuk menang di pemilu mendatang.

Peta baru dan risiko hukum

Peta yang sudah lebih dulu dibagikan DeSantis kepada Fox News disebut akan memangkas peluang Demokrat di beberapa distrik. Dorongan ini memang berpotensi memberi keuntungan besar bagi Partai Republik, tetapi juga menyimpan risiko politik dan hukum yang tidak kecil.

Pada 2010, pemilih Florida menyetujui amandemen konstitusi yang melarang legislator menggambar distrik untuk keuntungan politik. Aturan itu berkaitan langsung dengan praktik gerrymandering, sehingga usulan peta baru hampir pasti akan memicu tantangan hukum bila disahkan.

Ada pula kekhawatiran dari sebagian Republikan di Florida bahwa redrawing yang terlalu agresif justru bisa membuat beberapa petahana mereka lebih rentan. Kekhawatiran itu menguat karena Demokrat dinilai terus melampaui ekspektasi dalam banyak pemilu setelah Trump kembali menjabat pada Januari 2025.

Florida dan Virginia jadi penentu

Florida dan Virginia kini sama-sama dipandang sebagai medan terakhir dalam perang redistricting yang dipicu Trump sejak musim panas lalu. Di Texas, Partai Republik lebih dulu mendorong peta baru yang menargetkan lima petahana Demokrat.

Di sisi lain, pemilih di Virginia baru saja menyetujui peta yang didukung Demokrat dan mengincar empat petahana Partai Republik. Langkah itu langsung memicu sejumlah gugatan dari kubu Republik, dan Mahkamah Agung Virginia pada Senin mendengar argumen dalam salah satu perkara tersebut.

Perkembangan di dua negara bagian itu menunjukkan bagaimana perang peta pemilu sudah meluas ke banyak wilayah. Persaingan yang biasanya terjadi di akhir dekade setelah Sensus AS kini bergerak di tengah siklus, dipicu dorongan dari Trump dan menyebar cepat ke belasan negara bagian yang dipimpin Republik maupun Demokrat.

Mahkamah Agung AS juga diperkirakan akan mengeluarkan putusan soal hak suara pada musim panas. Putusan itu bisa memberi ruang lebih besar bagi negara-negara bagian Selatan yang dipimpin Republik untuk menggambar ulang distrik dengan populasi minoritas besar, meski dampaknya mungkin datang terlambat untuk mengubah secara besar-besaran dinamika pemilu sela kali ini.

Di Florida, perhatian kini tertuju pada sesi khusus legislatif dan apakah peta baru yang didorong DeSantis benar-benar bisa bergerak dari usulan menjadi keputusan politik yang sah. Hasilnya akan ikut menentukan apakah strategi redistricting Partai Republik masih bisa menambah keuntungan, atau justru mulai terbentur batas hukum dan resistensi politik yang lebih kuat.

Exit mobile version