Pelantar.id – Dalam tulisannya di LinkedIn, Bill Gates mengatakan dia akan lebih banyak mendedikasikan waktunya ke kegiatan filantropis. Ini menjadi alasan mengapa bos Microsoft itu mengumumkan mengundurkan diri dari dewan direksi perusahaan itu, pada 13 Maret 2020.

Namun, Bill Gates disebut masih akan menjadi penasihat teknologi CEO Microsoft, Satya Nadella. Memang akhir-akhir ini Bill dan Istrinya Melinda Gates sedang giat melakukan kegiatan amal.

Mereka berdua memiliki sebuah yayasan bernama Bill & Melinda Gates Foundation yang dibentuk pada tahun 2000.

Yayasan ini fokus membantu masyarakat di negara berkembang. Menurut Bill, salah satu alasannya menjadi salah satu sosok dermawan paling populer di dunia ternyata didapat saat mencoba mengenalkan komputer di negara kawan Afrika.

Baca Juga :   Polsek Batu Aji Laksanakan Operasi Yustisi Pemantauan Protokol Kesehatan

Keinginan menjadi seorang dermawan bermula saat Ia Afrika pada tahun 1997. Saat memperkenalkan teknologi di sana Bill berpikir memperkenalkan komputer di sana adalah hal konyol. Sebab, kondisi kehidupan di sana ternyata belum mendukung.

Dia sempat mendatangi sebuah rumah sakit tempat para penderita tuberkulosis. Dari situ, hatinya terenyuh dan berusaha memperbaiki kehidupan pasien di sana.

Sejak saat itu, Bill memutuskan untuk mendonasikan sebagian uangnya pada rumah sakit tersebut. Dia juga memiliki niat yang sama dengan penderita malaria dan tuberkolosis di seluruh dunia.

Bill Gates juga mengalokasikan dana sebesar 20 juta dollar AS (Rp 274 miliar) ke beberapa wilayah Asia Selatan dan Afrika juga diberikan untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan wabah corona.

Baca Juga :   UMKM di Batam Diminta untuk Bertranformasi ke Ranah Digital

liputan6