Stadion Gelora Bung Tomo bakal jadi pusat perhatian saat Persebaya Surabaya menutup Super League 2025/2026 dengan menjamu Persik Kediri. Laga ini terasa istimewa karena bukan cuma jadi pertandingan terakhir musim ini, tetapi juga menjadi kesempatan Persebaya mengunci penutup yang lebih manis di depan Bonek dan Bonita.
Di atas kertas, Persebaya datang dengan posisi yang masih cukup menjanjikan. Hingga Kamis (21/5/2026) malam, tim asuhan Persebaya ada di peringkat keempat dengan 55 poin, sedangkan Persik Kediri berada di posisi ke-12 dengan 39 poin.
Target tiga poin di kandang sendiri
Bek kanan Persebaya, Catur Pamungkas, menegaskan bahwa timnya membawa semangat penuh untuk memaksimalkan laga ini. Ia ingin Persebaya menutup musim dengan kemenangan agar para suporter pulang dengan perasaan senang.
“Kami ingin menutup musim dengan kemenangan. Apalagi kami bermain di kandang sendiri di depan Bonek dan Bonita,” ujar Catur Pamungkas, Kamis (21/5/2026).
Bagi Persebaya, tiga poin di laga terakhir bukan sekadar tambahan angka. Hasil itu juga penting untuk menjaga momentum positif yang sudah dibangun sepanjang musim dan memberi penutup yang layak setelah perjalanan panjang bersama pendukung setia.
GBT dan dukungan tribun yang jadi energi tambahan
Atmosfer di Stadion Gelora Bung Tomo diperkirakan kembali memberi pengaruh besar. Kehadiran ribuan Bonek dan Bonita bisa menjadi dorongan tambahan, sekaligus tekanan yang harus dihadapi dengan fokus sejak menit awal.
Persebaya sadar laga pamungkas selalu punya nuansa berbeda. Karena itu, disiplin dan ketenangan menjadi kunci agar dukungan besar dari tribun bisa berubah menjadi hasil maksimal di lapangan.
Keuntungan tampil di kandang sendiri juga membuat laga ini terasa lebih penting. Persebaya masih punya peluang memperbaiki posisi akhir klasemen, sehingga kemenangan atas Persik Kediri akan memberi arti lebih dari sekadar hasil penutup musim biasa.
Memori pertemuan pertama masih membekas
Semangat Catur Pamungkas juga terangkat karena pengalaman menghadapi Persik Kediri di putaran pertama. Saat itu, ia sempat mencetak gol ke gawang Macan Putih meski pertandingan berakhir imbang 1-1.
Gol tersebut tercipta pada menit ke-53. Setelah sundulan Gali Freitas ditepis kiper Persik Kediri, bola rebound langsung disambar Catur menjadi gol.
Momen itu masih menjadi pengalaman yang berkesan baginya. Kenangan tersebut ikut menambah motivasi saat Persebaya kembali bertemu lawan yang sama di laga penutup musim.
Pelung menjaga posisi akhir tetap kompetitif
Selisih poin antara kedua tim membuat Persebaya tetap lebih diunggulkan, tetapi laga ini tetap tidak boleh dianggap enteng. Persik Kediri masih menjadi lawan yang perlu diwaspadai karena satu kesalahan kecil bisa mengubah jalannya pertandingan.
Persebaya dituntut tampil konsisten hingga akhir. Menang di depan publik sendiri akan membantu tim mengakhiri musim dengan rasa puas, sekaligus menjaga catatan akhir tetap kompetitif di papan atas.
Laga ini juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan karakter tim sampai pertandingan terakhir. Bagi Persebaya, penutup musim di GBT bukan cuma tentang hasil, tetapi juga tentang cara mereka mengakhiri perjalanan bersama para pendukungnya.
Source: www.beritasatu.com




