pelantar.id – Bakal calon legislatif dari Partai Demokrat untuk DPRD Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, RA (34) ditahan di Polsek Urban Tanjungbalai Karimun, Sabtu (1/9). Ia ditangkap atas kasus penggelapan sepeda motor milik temannya.

Kapolsek Urban Tanjungbalai, AKP Yanuar Rizal mengatakan, kasus tersebut berawal dari laporan korban bernama Bob Yanuar pada Juli 2018. Dalam laporannya, Bob mengaku penggelapan yang dilakukan temannya itu terjadi pada tahun 2017.

Saat itu, Bob meminta tolong kepada RA untuk menjualkan motornya, Yamaha R 15 dengan nomor polisi BP 5219 GK pada 13 Desember 2017. Motor tersebut kemudian dibawa RA, lengkap dengan Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

Namun, bukannya dijual, RA malah menggadaikan BPKB motor temannya itu ke lembaga pembiayaan BFI. Hal ini berjalan selama beberapa bulan, dan tanpa sepengetahuan Bob.

Baca Juga :   BP Batam Paparkan Potensi KEK Kesehatan Batam di World Expo 2020 Dubai

Lantaran motornya sudah terlalu lama dibawa RA, dan tak ada kabar, Bob pun menaruh curiga. Ia lantas menemui temannya itu, dan meminta motor serta BPKB dikembalikan padanya. Saat itulah RA mengaku bahwa BPKB sudah digadaikan di BFI.

Merasa ditipu, Bob langsung membuat laporan ke polisi. Ia mendatangi Mapolsek Urban Tanjungbalai, Juli 2018. Sebelumnya, ia sudah memberikan batas toleransi kepada RA agar mengembalikan motor dan BPKB miliknya, tapi hingga batas waktu, tak bisa dipenuhi RA.

“RA ini warga Kampung Bukit Kecamatan Meral. Dia kooperatif selama menjalani pemeriksaan. Sudah ditahan sejak Sabtu tanggal 1 September 2018,” kata Rizal dalam jumpa pers di Mapolsek Urban Tanjungbalai Karimun, Kamis siang (6/9).

Kapolsek Urban Tanjungbalai Karimun, Yanuar Rizal menanyai RA saat ekspos perkara, Kamis (6/9).
Foto: PELANTAR/Abdul Gani

Saat ini sepedamotor telah kembali pada Bob, tapi BPKB masih di BFI. Adapun barang bukti yang disita polisi adalah satu kwitansi pembelian sepeda motor.

Baca Juga :   BLUD Kota Batam Didorong Lebih Maju

Kepada wartawan, RA mengaku terpaksa menggelapkan motor temannya tersebut karena himpitan ekonomi. Ia mendapatkan uang Rp10 juta dari pinjaman BFI dengan jaminan BPKB motor Uang itu rencananya akan dimanfaatkan untuk membuat kedai kopi.

“Kedai kopinya belum buka,” kata RA, singkat. Ia enggan memberi keterangan lebih jauh.

Atas perbuatannya, RA dikenakan Pasal 372 tentang Penggelapan dan diancam dengan hukuman 4 tahun penjara.

Penelusuran pelantar.id, RA saat ini tercatat sebagai Bacaleg dari Partai Demokrat untuk DPRD Karimun pada Pemilu 2019 nanti. Ia berada di nomor urut 4 untuk daerah pemilihan I (Karimun-Buru). Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Partai Demokrat. Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Karimun, Iwan Kusuma masih belum bisa dikonfirmasi. Nomor handphone-nya waktu dihubungi dalam kondisi tak aktif.

Baca Juga :   Satgas Covid-19: Banyak Masyarakat Indonesia Tak Percaya Covid-19

 

Reporter : Abdul Gani
Editor : Yuri B Trisna