Pelantar.id – Obsesi Batam menjadi kota pariwisata perlu didukung dengan langkah-langkah konkrit yang tak hanya fokus pada penyediaan sarana dan prasarana pariwisata.

Kemajuan pariwisata sangat ditentukan partisipasi pelaku penggerak pariwisata. Pemerintah sendiri perlu memberdayakan pelaku wisata dan penta helix, di antaranya adalah generasi anak muda atau milenial.

Dari kementerian Pariwisata sendiri telah membentuk Generasi Pesona Indonesia yang tersebar berbagai daerah. Sebuah generasi relawan yang digerakkan untuk membantu promosi pariwisata dengan memanfaatkan dunia digital atau sosial media.

Selain Genpi, pemerintah setidaknya juga perlu melirik anak muda dari kalangan akademisi. Melihat pentingnya memberdayakan generasi milenial, Dinas Pariwisata Kepri dan Batam menggelar seminar Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Pariwisata Kepri, Kamis 14 Maret 2019 di Hotel BCC Batam.

Baca Juga :   Love for Sale 2: Sentuhan Emosional Keluarga dalam Balutan Patah Hati

Menurut Dinas Pariwisata Batam, Ardi Winata generasi milenial sangat memungkinkan untuk membantu promosi pariwisata melalui media sosial karena menurutnya generasi tersebut sangat dekat dengan teknologi dan akses informasi.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Asosiasi Jasa Penyedia Internet di Indonesia (APJII) pada tahun 2017 pertumbuhan pengguna internet mencapai 143, 26 juta di Indonesia. Pertumbuhan internet tersebut menjadi alat promosi yang dinilai bisa membantu pariwisata.

“Kita tak hanya memberdayakan Genpi saat ini juga para penta helix, kalangan akademisi untuk mempromosikan pariwisata di Kepri maupun di Batam melalui media sosial,” kata dia dalam seminar tersebut.

Tahun ini pemerintah memiliki target wisman 20 juta sementara Kepri harus mencapai target 4 juta wisman. Menurut pembicara dari Sekolah Pariwisata Bandung, Suteja bahwa saat ini teknologi sudah mengambil alih pariwisata.

Baca Juga :   Batam Marriott Hotel, Kelas Bintang Lima, Seperti Apa Fasilitasnya?

“Untuk mencapai target tersebut, tak ada alasan lagi untuk menggunakan sosial media sosial untuk promosi pariwisata,” kata dia dalam seminarnya.

Menurut Suteja, peran yang dapat diberikan para milenial adalah promosi dengan memanfaatkan media berbayar seperti iklan di media sosial, endorser dan influencer untuk menviralkan wisata di Indonesia.

“Mungkin membentuk tim khusus untuk membantu promosi seperti yang telah dilakukan Genpi,” lanjut dia.

eliza gusmeri