Ethereum sedang menyiapkan lompatan kapasitas yang besar lewat upgrade Glamsterdam. Target utamanya adalah batas gas 200 juta, jauh di atas kisaran 60 juta yang menjadi baseline Ethereum saat ini.
Angka itu penting karena menentukan seberapa banyak aktivitas yang bisa dimuat jaringan dalam satu blok. Jika rancangan ini berjalan mulus, Ethereum Layer 1 akan terasa lebih lega untuk dipakai saat lalu lintas padat, tanpa harus mengorbankan desentralisasi dan keamanan.
Di balik target tersebut, ada tiga komponen utama yang disusun dalam EIP-7773. Paket ini menggabungkan perubahan di lapisan konsensus dan lapisan eksekusi agar throughput Ethereum naik lebih agresif.
Salah satu bagian yang jadi sorotan adalah stabilisasi enshrined Proposer-Builder Separation atau ePBS lewat EIP-7732. Perubahan ini mengatur ulang waktu pembangunan blok supaya execution client punya ruang lebih besar untuk memproses blok secara efisien.
Perubahan di sisi eksekusi
Bagian lain datang dari Block-Level Access Lists atau BAL optimizations melalui EIP-7928. Fitur ini membuat klien bisa memuat lebih dulu seluruh state baca-tulis sebuah blok sebelum eksekusi dimulai.
Dampaknya, jaringan mendapat jalan untuk menjalankan paralel execution, batch I/O, dan perhitungan state-root yang lebih cepat. Mekanisme ini juga membantu eksekusi blok menjadi lebih efisien saat beban naik.
Komponen ketiga adalah EIP-8037 yang sudah memfinalisasi model repricing gas terbaru Ethereum. Proposal ini menaikkan biaya untuk membuat state storage baru lewat fixed cost-per-state-byte agar pertumbuhan state tetap terkendali.
Apa dampaknya bagi jaringan
Kombinasi tiga pembaruan itu diarahkan untuk membuat lingkungan eksekusi Ethereum lebih mulus dan lebih skalabel. Dengan kapasitas gas yang lebih tinggi dan proses yang lebih efisien, jaringan diharapkan mampu menyerap lonjakan aktivitas tanpa membuat biaya naik liar atau hardware node kewalahan.
Target langsung yang diburu adalah throughput yang bisa naik sekitar tiga kali lipat. Dalam skenario yang lebih luas, Layer 1 Ethereum juga diproyeksikan makin dekat ke kapasitas 10.000+ TPS jika digabung dengan rollup dan sistem Layer 2.
Bagi pengguna, hasil paling terasa ada pada biaya transaksi yang lebih terkendali saat permintaan memuncak. Pengalaman di base layer juga diharapkan menjadi lebih cepat dan lebih murah ketika jaringan sedang ramai.
Pengujian sudah mulai berjalan
Di sisi pengembangan, multi-client Glamsterdam devnet sudah aktif. Pipeline builder juga telah diuji di hampir semua klien utama, sehingga stabilisasi ePBS tidak berhenti di desain konsep saja.
Paket peningkatan ini juga membawa manfaat bagi validator dan operator node. EIP-8061 ikut masuk untuk penyesuaian kecil di lapisan konsensus, terutama pada exit validator dan consolidation churn, sementara efisiensi I/O dari perubahan lain membantu kebutuhan hardware tetap terkendali.
Untuk pengembang aplikasi, ruang yang lebih besar ini membuka peluang bagi aplikasi yang lebih kompleks. Sektor seperti DeFi, gaming, NFT, prediction markets, dan aplikasi on-chain berbasis AI termasuk yang paling mungkin merasakan dampaknya karena kebutuhan transaksinya lebih berat.
Posisinya dalam peta jalan Ethereum
Glamsterdam juga punya peran penting dalam fase The Surge, yaitu jalur skalabilitas Ethereum yang lebih luas. Upgrade ini datang setelah Pectra yang membawa smart-account lewat EIP-7702 dan menaikkan batas validator.
Setelah itu ada Fusaka yang memperkenalkan PeerDAS dan mendorong Ethereum ke arah batas gas yang lebih tinggi. Dalam konteks ini, Glamsterdam menjadi salah satu langkah besar yang memperkuat arah skalabilitas eksekusi Ethereum.
Ke depan, Ethereum juga menyiapkan Hegotá untuk paruh kedua 2026. Fokusnya ada pada stateless clients, penyempurnaan account abstraction, dan optimasi konsensus lanjutan.
Jika pengujian devnet terus berjalan lancar, Glamsterdam berpotensi menjadi momen saat strategi skalabilitas Ethereum terasa lebih nyata dalam pemakaian sehari-hari. Upgrade ini sekaligus menegaskan bahwa jalur menuju jaringan yang lebih lega, cepat, dan efisien masih terus dikejar.