Pelantar.id – Gmail kini menjadi salah satu layanan Google yang paling diandalkan untuk berkirim pesan. Dengan total penggunanya 1,5 miliar setiap bulannya.

Namun, ada kabar yang cukup mengejutkan yang diumumkan Google terkait mesin berkirim pesannya. Hal tersebut terkait dengan privasi atau isi pesan pengguna.

Raksasa internet itu mengungkap bahwa pihaknya masih memungkinkan pengembang pihak ketiga untuk mengintegrasikan layanannya dengan Gmail.

Artinya aplikasi tersebut dapat mengetahui seperti apa isi dari Gmail. Salah satu aplikasi yang mendapatkan akses tersebut adalah perencanaan perjalanan dan sistem manajemen khusus.

“Pengembang dapat membagi datanya ke pihak ketiga selama mereka transparan dengan para pengguna cara pemanfaatan data tersebut,” tutur VP of Public Policy and Government Affairs untuk Amerika di Google, Susan Molinari, seperti dikutip dari CNN Money, Sabtu (21/9/2018).

Baca Juga :   Tak Seperti Hari Batik, Hari T-shirt Band Nasional Malah Diperingati Setiap Hari

Sekadar informasi, pernyataan tersebut ditujukan dalam bentuk surat untuk para senator di Amerika Serikat.

Google juga memastikan bahwa aturan soal privasi dapat diakses oleh pengguna sebagai bahan pertimbangan.

“Pengguna juga dapat melihat atau menghapus akses aplikasi lewat laman Google Account-nya. Atau, mereka dapat memilih untuk tidak mengunduh aplikasi tersebut sama sekali,” tutur Molinari.

Untuk diketahui, Google sebenarnya sudah menghentikan pratik pemindaian email akun Gmail untuk kebutuhan iklan.

Lebih lanjut juga,disebut bahwa tidak ada pegawai manusia yang membaca isi Gmail pengguna.

Kendati demikian, bukan berarti langkah itu berlaku umum. Dalam beberapa kasus, semisal menyangkut keamanan atau kebutuhan investigasi, pegawai manusia baru akan turun tangan.

Baca Juga :   Huawei Nova 7i, Smartphone Terbaru tanpa Google Mobile Service

Karenanya, Google dengan tegas mengaku akan menindak aplikasi yang tidak memberi kejelasan mengenai pemakaian data pengguna. Salah satunya adalah menonaktifkan aplikasi tersebut.

Surat pada senator soal Gmail ini sendiri sebenarnya muncul usai pemerintah Amerika Serikat menaruh perhatian pada data privasi pengguna di layanan online.

Tak cuma Google, komite senat juga mempertanyakan hal tersebut ke Apple dan Twitter.

sumber: liputan6.com