Kemenangan 4-0 atas Indonesia di Piala Thomas membuat Prancis pulang dengan rasa percaya diri yang jauh lebih besar. Hasil itu langsung disebut sebagai pencapaian paling penting oleh para pemainnya karena datang saat menghadapi lawan dengan nama besar dan tradisi panjang di bulutangkis.
Bagi Prancis, skor telak itu bukan sekadar tambahan angka di papan hasil. Mereka melihat duel tersebut sebagai bukti bahwa tim mereka sudah mulai mampu berdiri sejajar dalam pertandingan besar, bukan hanya hadir sebagai penggembira.
Pengakuan dari kubu Prancis
Toma Junior Popov menegaskan bahwa kemenangan atas Indonesia terasa sangat spesial bagi seluruh tim. Ia menyebut setiap pemain menjalankan perannya dengan baik dan ikut menyumbang pada hasil akhir yang sangat memuaskan.
Popov juga menyoroti performa Leo Rossi dan Eloi Adam yang dinilainya tampil sangat bagus saat dibutuhkan. Keduanya dianggap layak mendapat kepercayaan, terlebih setelah sebelumnya meraih perak di Kejuaraan Eropa di Horsens.
Christo Popov pun memberi pandangan serupa saat menggambarkan hasil tersebut. Ia menyebut kemenangan atas Indonesia seperti mimpi yang akhirnya menjadi nyata bagi Prancis, karena beberapa tahun lalu hasil seperti itu masih sulit dibayangkan.
Indonesia tetap memberi perlawanan di awal
Meski akhirnya kalah telak, Indonesia sempat mencoba menjaga pertandingan tetap ketat di partai pembuka. Jonatan Christie memberi tekanan pada Christo Popov, tetapi tetap harus menyerah 19-21, 14-21.
Harapan Indonesia sempat bertahan ketika Anthony Sinisuka Ginting memaksa Toma Popov bermain tiga gim. Duel itu berlangsung sengit, namun Ginting gagal menjaga momentum dan kalah 20-22, 21-15, 20-22.
Situasi Indonesia makin sulit setelah Alex Lanier menutup partai tunggal berikutnya dengan kemenangan atas Alwi Farhan. Lanier menang dua gim langsung 21-16, 21-19 dan membuat posisi Prancis semakin nyaman.
Ganda putra ikut menegaskan dominasi
Peluang Indonesia sebenarnya masih sempat terbuka lewat sektor ganda putra. Namun, Eloi Adam dan Leo Rossi tampil tenang saat menghadapi Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.
Pasangan Prancis itu justru bermain tanpa beban dan mampu menjaga tekanan sampai akhir. Mereka menang tipis 21-19, 21-19, sekaligus memastikan Prancis menutup laga dengan skor meyakinkan 4-0.
Eloi Adam menyebut hasil tersebut sebagai kemenangan paling penting bagi Prancis. Ia menekankan bahwa mengalahkan Indonesia punya makna khusus karena Indonesia dikenal sebagai negara ikonik dalam bulutangkis.
Lebih dari sekadar kejutan
Ucapan para pemain Prancis memperlihatkan perubahan cara pandang yang cukup besar terhadap diri mereka sendiri. Tim ini kini tidak lagi hanya ingin dipandang sebagai kandidat kejutan, melainkan sebagai tim yang mampu meraih kemenangan atas nama besar dengan permainan yang rapi dan solid.
Christo Popov juga menegaskan bahwa kekuatan Prancis tidak bertumpu pada satu atau dua pemain saja. Ia melihat kontribusi kolektif sebagai kunci, termasuk dukungan dari pemain yang tidak turun ke lapangan tetapi tetap memberi energi pada momen penting.
Dari hasil itu, Prancis mengirim pesan kuat bahwa mereka mulai masuk ke percakapan yang lebih serius di level elite bulutangkis dunia. Kemenangan atas Indonesia menjadi bukti bahwa mereka bisa tampil tenang, konsisten, dan efisien saat berhadapan dengan lawan yang memiliki reputasi besar.
Source: www.viva.co.id