pelantar.id – Kapal Motor (KM) Bukit Raya yang berlayar dari Tanjungpinang tujuan Selat Lampa, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, kandas di perairan Pulau Sedanau, Natuna, Jumat (18/5) sekira pukul 13.00. Kapal yang membawa 208 penumpang itu kandas usai menabrak karang di perairan dangkal Karang Nenek.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dan dibawa ke Pelabuhan Selat Lampa. Upaya evakuasi dilakukan aparat TNI AL dan masyarakat setempat.

Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan mengatakan, setelah mendapat informasi dari Komandan Pos AL Sedanau, pihaknya langsung mengerahkan Kapal Patroli (KP) Hiu 04 dan 2 unit boat cepat sea rider, untuk mengevakuasi para penumpang.

Baca Juga :   Diskominfo Batam Siap Dukung Sosialisasi Tahapan Pemilu 2024

Selain itu, masyarakat nelayan di Sedanau juga turut membantu dengan menggunakan kapal pompong. Penumpang KM Bukit Raya, 133 orang di antaranya akan turun di Natuna, 14 orang di Midai, 16 orang di Serasan serta 1 orang di Pontianak, Kalimantan Barat.

Proses evakuasi penumpang KM Bukit Raya

Di Batam, Manajer PR dan CSR PT Pelni (Persero) Akhmad Sujadi memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden kandasnya KM Bukit Raya di Sedanau.

“Atas nama perusahaan kami memohon maaf atas ketidaknyamanan tersebut. Namun kami pastikan dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa,” kata Akhmad dikutip dari Antara.

Ia berjanji, seluruh penumpang akan dievakuasi dengan kapal-kapal terdekat karena KM Bukit Raya tidak bisa melanjutkan pelayaran.

Baca Juga :   Alasan Pangeran Harry dan Meghan Keluar dari Kerajaan Inggris

Menurut Akhmad, kandasnya KM Bukit Raya itu disebabkan kapal memasuki alur dangkal di sekitar perairan Karang Belakang Pulau Sedanau. Untuk memastikan kondisi kapal, para petugas saat ini tengah memeriksa kondisi kapal kandas itu sebelum ditarik menjauh dari daratan.

“Nanti kami juga akan mendatangkan tim penyelam serta teknisi dari Jakarta untuk memeriksa kondisi kapal lebih lanjut. Bila tidak ada kerusakan di bawah, evakuasi kapal bisa lebih cepat,” katanya.

Editor: Yuri B Trisna