Pelantar.id – PT Pertamina kembali menaikkan harga BBM non subsidi, khususnya Pertamax Series dan Dex Series, serta Biosolar Non PSO mulai hari ini di seluruh Indonesia pukul 11.00 WIB. Sementara untuk BBM Premium, Biosolar PSO dan Pertalite tidak mengalami perubahan harga.

Kenaikan harga ini ternyata tidak berlaku menyeluruh di wilayah Indonesia terutama di daerah yang sedang mengalami gempa seperti NTB dan Sulawesi Tengah. Alasan tersebut dikarenakan NTB dan Sulawesi tengah masih dalam kondisi pemulihan pascabencana meskipun beberapa daerah mulai melakukan penyesuaian.

“Khusus untuk daerah yang terkena bencana alam di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah sementara ini harga tidak naik,” ujar External Communication Manager PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita melalui siaran pers di Jakarta, Rabu (10/10) yang dikutip dari merdeka.com.

Sementara berbagai daerah seperti di Jatim, Bali dan Nusa Tenggara Timur kini sedang mengalami penyesuaian harga BBM, khususnya Pertamax Series dan Dex Series, serta Biosolar Non PSO.

Baca Juga :   Kalahkan Jepang di Perempat Final, Timnas U-19 Indonesia ke Piala Dunia

Alasan pemerintah menaikkan harga BBM

Selama tahun 2018 pemerintah telah menaikkan harga BBM sebanyak empat kali. Sebelumnya, Pertamina telah menaikkan harga BBM non subsidi pada Februari, April, dan Juli 2018.

Penetapannya kenaikan BBM ini mengacu pada Permen ESDM No 34 tahun 2018 Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 Tahun 2014, Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM.

Sebagai contoh di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax menjadi Rp 10.400 per liter, Pertamax Turbo Rp 12.250 per liter, Pertamina Dex Rp 11.850 per liter, Dexlite Rp 10.500 per liter, dan Biosolar Non PSO Rp.9.800/liter.

Meskipun telah mengalami kenaikan, harga Pertamax CS masih jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga BBM yang dijual oleh Shell. Perusahaan minyak asal Belanda tersebut menjual BBM jenis Super (setara Pertamax) dijual Rp 10.500 per liter, V-Power (Setara Pertamax Turbo) Rp 12.350 per liter dan Diesel (Setara Pertamina Dex) Rp 11.950 per liter.

Baca Juga :   Kenali Kebiasaan Buruk yang Bikin Hidup Terlilit Utang

Kenaikan harga minyak tersebut tentunya tanpa alasan. Beberapa faktor yang mendasari pemerintah adalah dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik dimana saat ini harga minyak dunia rata-rata menembus USD 80 dolar per barel.

Sosialisasi dan promo BBM 

Pertamina menilai konsumen sudah memiliki pemahaman tentang Bahan Bakar Minyak (BBM) berkualitas. Terutama untuk konsumen Pertamax CS. Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito optimistis, meski harga Pertamax naik, masyarakat tidak akan beralih ke Premium karena mereka sudah paham dengan kualitas BBM.

Pertamina terus berupaya menjaga ketertarikan masyarakat mengonsumsi BBM non subsidi misalnya melakukan serangkaian sosialisasi dan memberikan promo. Yaitu, program Berkah Energi Pertamina.

Program ini sebagai wujud penghargaan untuk para konsumen yang dengan setia menggunakan produk unggulan Pertamina yang lebih ramah lingkungan, seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Pertalite, Dexlite, Pertamina Dex, Pelumas Fastron serta Bright Gas.

sumber: merdeka.com

foto: linetoday