Di antara OnePlus Nord CE6 Lite dan iQOO Z11x, keputusan belinya tidak sesederhana memilih yang paling besar baterainya atau yang paling kencang di atas kertas. Justru, nilai paling menarik ada pada kombinasi fitur yang paling pas untuk pemakaian harian, karena masing-masing membawa keunggulan yang berbeda.
iQOO Z11x memang datang dengan baterai 7200 mAh dan pengisian daya 44W. OnePlus Nord CE6 Lite sedikit tertinggal di kapasitas dengan baterai 7000 mAh, tetapi mendukung 45W SUPERVOOC charging, jadi selisihnya tidak terlalu jauh.
Untuk urusan daya tahan, iQOO tetap punya modal lebih besar di atas kertas. Namun OnePlus menawarkan bypass charging, fitur yang berguna saat ponsel dipakai bermain game sambil tetap tersambung ke charger karena membantu menjaga suhu perangkat.
Layar dan bodi jadi pembeda yang paling cepat terasa
Kalau dilihat dari pengalaman pakai, OnePlus Nord CE6 Lite tampil lebih mencolok lewat layar LCD 6,72 inci FHD+ dengan refresh rate 144Hz. Angka ini membuat pergerakan di layar terasa lebih mulus, terutama saat scrolling atau membuka animasi.
iQOO Z11x memakai panel LCD 6,76 inci FHD+ yang sedikit lebih besar. Meski begitu, OnePlus tetap punya keunggulan pada refresh rate yang lebih tinggi dan mode kecerahan tinggi 1000 nits, yang membantu visibilitas saat digunakan di luar ruangan.
Di sisi fisik, OnePlus juga lebih meyakinkan. Ponsel ini membawa sertifikasi MIL-STD-810H dan rating IP64, lalu bobotnya 208 gram, lebih ringan dibanding iQOO Z11x yang berbobot 219 gram.
Performa sama-sama aman, tetapi rasa antarmuka bisa menentukan
Di sektor dapur pacu, OnePlus Nord CE6 Lite mengandalkan MediaTek Dimensity 7400 Apex. iQOO Z11x memakai MediaTek Dimensity 7400 Turbo, dan keduanya masih berada di keluarga chipset yang sama.
Artinya, performa harian dari kedua ponsel ini sama-sama dirancang untuk penggunaan yang lancar. Perbedaan yang lebih terasa justru ada pada software, karena OnePlus menjalankan OxygenOS 16, sedangkan iQOO memakai OriginOS 6.0.
OxygenOS 16 diposisikan sebagai antarmuka yang cepat dan minim bloat. Sementara itu, OriginOS 6.0 menawarkan banyak kustomisasi, meski pendekatannya bisa terasa lebih berat bagi sebagian pengguna.
Kamera punya prioritas yang berbeda
Di bagian kamera, iQOO Z11x lebih menonjol di kamera depan. Ponsel ini membawa kamera utama 50MP dengan sensor Sony IMX852, kamera 2MP untuk efek bokeh, serta kamera depan 32MP untuk selfie dan video call.
OnePlus Nord CE6 Lite juga memakai kamera utama 50MP, tetapi sudah dilengkapi OIS. Di belakangnya ada kamera depth-assist 2MP, sementara kamera depan hanya 8MP, jadi secara spesifikasi masih kalah dari iQOO.
Meski begitu, OnePlus menambah nilai lewat sisi software. Ponsel ini menawarkan mode dual-view video dan pro mode yang lebih lengkap, sehingga lebih menarik bagi pengguna yang suka bereksperimen dengan hasil rekaman.
Harga memperkuat posisi OnePlus sebagai opsi yang lebih agresif
Dari sisi banderol, OnePlus Nord CE6 Lite terlihat lebih ramah di semua varian. Model 6GB/128GB dijual mulai 20,999 Indian rupees, varian 8GB/128GB ada di 22,999 Indian rupees, dan versi 256GB dipatok 25,999 Indian rupees.
iQOO Z11x mulai dari 22,999 Indian rupees untuk varian 6GB/128GB. Varian 8GB/128GB dijual 24,999 Indian rupees, sedangkan model 256GB berada di 26,999 Indian rupees.
Selisih harga ini membuat OnePlus lebih menarik untuk pembeli yang mencari value paling efisien. Di sisi lain, iQOO Z11x tetap punya daya tarik bagi pengguna yang rela membayar sedikit lebih mahal demi baterai 7200 mAh dan kamera depan 32MP.
Source: tech.sportskeeda.com




