Kenaikan harga mulai menjadi ujian bagi Galaxy S26 justru saat seri ini belum lama tampil lebih kuat dari Galaxy S25. Di fase awal, Samsung memang mencatat hasil yang solid, tetapi daya dorong itu tidak bertahan seterusnya.
Model yang paling mahal di lini ini, Galaxy S26 Ultra, menjadi penopang utama penjualan awal. Di pasar utama, termasuk Korea Selatan, varian Ultra disebut menyumbang sekitar 70% pre-order berkat fitur eksklusif seperti Privacy Display baru dan perangkat AI yang ditingkatkan.
Ultra masih jadi magnet utama
Pola ini menunjukkan bahwa pembeli flagship Samsung masih sangat tertarik pada model paling lengkap. Di segmen premium, konsumen yang bersedia membayar lebih tampaknya lebih memilih Ultra dibanding varian dasar atau Plus.
Permintaan awal Galaxy S26 juga terlihat kuat di Amerika Serikat dan Korea Selatan. Di pasar AS, penjualan awal dilaporkan naik hampir 30% dibanding Galaxy S25 pada periode awal yang sama.
Dorongan dari seri ini juga terasa pada bisnis Samsung secara keseluruhan. Counterpoint Research mencatat penjualan smartphone Samsung naik 5% selama periode peluncuran Galaxy S26.
Namun ritme mulai melambat
Masalahnya muncul setelah minggu keenam. Menurut data Counterpoint, laju penjualan flagship Samsung kemudian turun hingga berada di bawah ritme Galaxy S25 pada fase yang sebanding.
Perubahan itu memberi sinyal bahwa antusiasme awal tidak otomatis bertahan lebih lama. Saat efek peluncuran mulai mereda, harga menjadi pertimbangan yang jauh lebih besar bagi calon pembeli.
Samsung memang menaikkan harga beberapa model Galaxy S26 tahun ini. Di sejumlah wilayah, Galaxy S26 reguler dan Galaxy S26 Plus naik $100 dibanding generasi sebelumnya.
Perusahaan mengaitkan kenaikan itu dengan lonjakan harga memori dan tekanan rantai pasok yang lebih luas. Dalam kondisi pasar smartphone global yang masih dibayangi biaya komponen naik, belanja konsumen yang melemah, dan siklus ganti ponsel yang makin panjang, kenaikan harga seperti ini menjadi faktor yang sensitif.
Ada tambahan fitur, tetapi lonjakan terasa terbatas
Samsung tetap membawa sejumlah peningkatan ke seri ini. Beberapa model kini hadir dengan penyimpanan dasar 256GB, naik dari 128GB, disertai sistem pendingin yang lebih baik, fitur Galaxy AI yang ditingkatkan, dan efisiensi baterai yang lebih baik.
Tambahan itu membuat harga baru tidak datang tanpa kompensasi. Meski begitu, lompatan perangkat keras dari Galaxy S25 ke Galaxy S26 tetap dinilai tidak terlalu besar.
Di titik ini, Samsung berada dalam posisi yang cukup rumit. Saat harga naik tetapi peningkatan terasa bertahap, sebagian konsumen bisa menilai alasan untuk melakukan upgrade tidak sekuat sebelumnya.
Tekanan itu juga datang dari sisi internal bisnis perangkat Samsung. Laporan dari Korea menyebut perusahaan sedang berada dalam mode krisis di sebagian unit bisnis perangkatnya, ketika margin menyusut dan biaya produksi terus meningkat.
Harga memori ikut melonjak tajam karena perusahaan-perusahaan AI berebut pasokan. Situasi ini memaksa produsen seperti Samsung menjaga keseimbangan antara mempertahankan profit dan tetap membuat produknya menarik bagi pembeli.
Pada akhirnya, Galaxy S26 memang membuka jalan lebih baik daripada Galaxy S25 di fase awal. Tetapi setelah minggu keenam, pasar mulai menunjukkan bahwa ketertarikan terhadap seri baru Samsung tidak kebal terhadap harga yang lebih tinggi.
Source: www.androidcentral.com




