Pemilik mobil Honda masih belum perlu khawatir soal lonjakan biaya servis dalam waktu dekat. PT Honda Prospect Motor (HPM) belum menaikkan harga spare part maupun layanan aftersales, sehingga biaya perawatan di bengkel resmi tetap stabil untuk sementara.
Keputusan itu terasa penting di tengah pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang mulai menekan banyak lini industri otomotif. Tekanan kurs biasanya ikut memengaruhi biaya impor komponen dan bahan baku, termasuk yang masih terkait transaksi berbasis dolar AS.
Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director HPM, menyebut nilai tukar memang menjadi faktor yang memengaruhi industri otomotif. Menurut dia, pelemahan rupiah tidak hanya berdampak pada komponen impor, tetapi juga pada bahan baku produksi dalam negeri yang masih terhubung dengan mata uang dolar AS.
Di sisi lain, HPM belum mengambil langkah penyesuaian harga untuk spare part maupun produk aftersales mobil Honda. Perusahaan juga masih memilih memantau pasar dan pergerakan nilai tukar sebelum menentukan kebijakan berikutnya.
Bagi konsumen, sikap menahan harga ini memberi napas lega. Spare part dan layanan aftersales termasuk kebutuhan rutin, terutama saat mobil masuk servis berkala atau perlu penggantian komponen.
Kalau harga komponen ikut naik, beban kepemilikan kendaraan otomatis terdorong. Karena itu, stabilnya harga di jaringan aftersales Honda menjadi kabar yang langsung terasa manfaatnya bagi pemilik mobil.
Bengkel resmi biasanya jadi titik pertama yang paling cepat merasakan efek perubahan biaya di industri otomotif. Saat harga spare part tetap dipertahankan, konsumen tidak langsung menghadapi kenaikan biaya ketika membawa mobil untuk perawatan.
Meski begitu, tekanan dari pelemahan rupiah tetap belum hilang dari radar industri. Ketergantungan pada impor komponen dan bahan baku membuat sektor otomotif sensitif terhadap perubahan kurs yang bergerak naik-turun.
Honda sendiri mengakui kurs menjadi variabel penting dalam perhitungan bisnis otomotif. Namun untuk saat ini, perusahaan masih bertahan dengan kebijakan wait and see sambil melihat perkembangan pasar dan daya beli konsumen.
Sikap itu juga menunjukkan bahwa penyesuaian harga tidak semata ditentukan oleh biaya produksi. Kondisi pasar otomotif nasional masih ikut diperhitungkan sebelum langkah perubahan diambil.
Selama rupiah belum menunjukkan perbaikan yang jelas, tekanan biaya di sektor ini masih berpotensi berlanjut. Untuk sementara, pemilik mobil Honda setidaknya masih bisa menikmati harga spare part dan servis yang belum berubah di bengkel resmi.
Source: otomotif.kompas.com




