Harga Yan Diomande Mencapai Rp 1,8 Triliun, Liverpool Harus Bergerak Cepat Menutup Lubang Kiri

Ketertarikan Liverpool pada Yan Diomande menunjukkan satu hal yang makin jelas: sektor kiri serangan mereka sedang butuh jawaban serius. Nama winger RB Leipzig itu muncul sebagai opsi yang dianggap mampu langsung memberi ancaman dari sisi lapangan yang sebelumnya jadi salah satu sumber variasi permainan The Reds.

Yang membuat situasi ini terasa mendesak adalah hilangnya Luis Diaz, yang meninggalkan ruang besar di area tersebut. Liverpool menilai Diomande punya profil yang cocok karena cepat dan dinilai mirip dengan gaya main Diaz, sehingga ia tidak diproyeksikan hanya sebagai pelapis dalam rotasi skuad.

Harga tinggi membuat langkah Liverpool tidak sederhana

Masalahnya, minat besar itu langsung bertemu dengan banderol yang sangat tinggi. RB Leipzig disebut memasang harga pelepasan Diomande hingga 100 juta euro dan tidak punya niat melepas salah satu aset terbaik mereka dengan mudah.

The Athletic melaporkan Leipzig juga ingin mempertahankannya karena mereka akan tampil di Liga Champions musim depan. Artinya, Liverpool harus menyiapkan dana besar bila benar-benar ingin membuka negosiasi yang serius.

Situasi ini membuat Diomande berpotensi jadi salah satu operasi transfer termahal Liverpool pada musim panas. Bagi klub sebesar The Reds, angka sebesar itu jelas menuntut pertimbangan yang sangat matang sebelum bergerak lebih jauh.

PSG ikut masuk dalam perburuan

Liverpool juga tidak sendiri dalam memburu tanda tangan pemain asal Leipzig tersebut. Paris Saint-Germain dilaporkan memiliki minat yang sama, sehingga persaingan untuk mendapatkannya tidak akan berjalan mulus.

Kehadiran PSG membuat keputusan akhir semakin bergantung pada pilihan Diomande sendiri. Dengan dua klub besar Eropa mengarah ke pemain yang sama, proyek dan arah karier bisa menjadi faktor penentu selain urusan harga.

Statistik yang ikut mendorong minat

Minat Liverpool terhadap Diomande tidak lahir begitu saja. Sepanjang musim ini, ia mencatat 13 gol dan 10 assist dari 36 pertandingan di semua kompetisi, angka yang menunjukkan kontribusi stabil dari sisi sayap.

Catatan itu memperkuat keyakinan bahwa ia bisa memberi tambahan daya dobrak dari kiri. Liverpool tampaknya melihat kombinasi kecepatan, produktivitas, dan gaya bermainnya sebagai paket yang pas untuk kebutuhan yang sedang mereka hadapi.

Kebutuhan di sisi kiri makin terasa setelah evaluasi internal

Dorongan untuk memburu pemain sayap kiri juga berkaitan dengan evaluasi internal Liverpool terhadap performa tim. Sektor kiri penyerangan kembali masuk daftar prioritas karena area itu dianggap melemah pada musim ini.

Kondisi tersebut ikut menyoroti dampak kepergian Luis Diaz terhadap kualitas serangan Liverpool. Ruang yang ditinggalkan sang winger belum terisi dengan baik, dan itulah yang membuat nama Diomande naik ke permukaan.

Belanja besar sebelumnya ikut jadi sorotan

Perburuan Diomande juga tidak lepas dari penilaian atas aktivitas transfer Liverpool sebelumnya. Manajemen klub sudah mengeluarkan dana lebih dari 400 paun untuk mendatangkan sejumlah pemain baru pada musim panas lalu, tetapi hasilnya belum sepenuhnya memuaskan.

Dari rekrutan yang ada, hanya Hugo Ekitike yang dinilai tampil meyakinkan sejauh ini. Pemain lain disebut belum memberi dampak optimal dan bahkan lebih sering terganggu cedera, sehingga kritik terhadap cara klub membelanjakan anggaran transfer ikut menguat.

Situasi itu membuat kebutuhan Liverpool untuk bergerak lebih tepat di bursa pemain semakin terasa. Klub disebut melewatkan pembenahan di dua area penting, yaitu gelandang bertahan dan penyerang sayap kiri, dan Yan Diomande kini muncul sebagai salah satu jawaban paling mahal untuk menutup lubang di sisi kiri itu.

Baca Juga

Back to top button