Pelantar.id – Giliran Go Pro mengumumkan produk terbarunya di tahun 2018. Perusahaan ini hadir dengan line up terbarunya yaitu Go Pro Hero 7. Go Pro Hero 7 merilis tiga tipe di antaranya Hero 7 White, Hero 7 Silver, dan pamungkasnya Hero 7 Black.

Go Pro kembali dengan membawa keunggulan pada produk terbarunya berupa senjata Chip Processor buatan sendiri yaitu GP1 menggantikan Chip Ambarella. GP1 sudah digunakan GoPro diproduk sebelumnya yaitu Hero 6.

Namun GP1 belum di manfaatkan sepenuhnya. Di GoPro Hero 7 inilah kekuatan sebenarnya dari Chip GP1 ini di buktikan oleh GoPro.

Fitur fitur baru yang memanfaatkan Chip GP1 ini adalah salah satunya in Camera Stabilization yang sangat mengurangi camera shake secara drastis menghasilkan gambar gerak yang lebih halus.

Baca Juga :   Investasi Loyo, Impor Migas Perlu Ditekan

Fitur lainnya adalah Hypersmooth Video, yaitu timelapse video yang beresolusi tinggi, dan lagi fitur Live streaming menggunakan GoPro App. GPS dan fitur HDR juga di hadirkan di GoPro Hero 7.

Kemampuan rekam gambar 4K di 60fps dan yang lebih menarik yaitu 240fps di 1080p. Voice control, touchscreen, 8x slo mo video, juga hadir di antara fitur standar ketahanan air hingga 10meter tanpa casing dan 12mp still photo.

Chip GP1 yang dikembangkan sendiri oleh GoPro dan di manufaktur oleh perusahaan Socionext, memiliki keuntungan sendiri untuk GoPro. Dengan menggunakan Chip buatan sendiri, tentunya GoPro dapat berinovasi lebih cepat dan inovasinya tidak mudah ditiru oleh pesaingnya yang menggunakan chip yang sama seperti Ambarella.

Sebelumnya go pro menggunakan teknologi chip dari Ambarella, Namun go pro beralih menciptakan chip atau berinovasi sendiri.  Chip tersebut memiliki keunggulan teknologi versi go pro yang tidak bisa dicontoh perusahaan teknologi lain.

Baca Juga :   Membaca Arah Harga Emas di 2019

“Kita bisa bergerak, menciptakan dan berinovasi lebih cepat daripada saat kita bergantung kepada supplier third party untuk prosesor kita” kata, CEO GoPro Nick Woodman yang dilansir dari theverge.com, Kamis (21/9/2018).

Namun Chip GP1 ini hanya ada di Hero 7 Black, untuk versi Hero 7 Silver dan White GoPro tidak menyebutkan prosesor yang tertanam didalamnya, tentunya dengan kemampuan di bawah GP1.

Untuk Hero7 Silver dan White, speaifikasi nya lebih rendah Hero 7 silver tidak memiliki fitur Livestream dan Hypersmooth Video, dengan rekam gambar 4K dia 30fps. Sementara Hero 7 White kemampuan rekam gambar maksimal di 1080p 60fps tanpa fitur GPS,Wide Dynamic Range, Hypersmooth, dan Livestream.

Masing masing GoPro dibanderol dengan harga USD$399.99 untuk Hero 7 Black, USD$299.99 untuk Hero 7 Silver dan USD$199.99 untuk Hero 7 White.

Baca Juga :   Pulau Subi, Pusat Pertahanan Udara Jepang di Natuna

Kembali mendongkrak pasar line up kamera action

Kehadiran produk terbaru ini diharapkan dapat kembali mendongkrak nama Go Pro sebagai line up kamera action. Sebelumnya seperti diketahuinGo Pro yang berada diambang kebangkrutan di tahun 2017.

Hal tersebut disebabkan oleh pasar action camera yang sesak dengan pesaing pesaing yang menawarkan harga yang lebih murah dengan kemampuan yang sama dan hal lainnya karena kegagalan dalam produknya yaitu Karma Drone yang ditarik dari peredaran tak lama setelah peluncurannya di awal 2016 lalu.

Editor: Eliza Gusmeri

sumber: Teknomata.id