Hybrid Makin Menggoda, Honda Bekukan Rencana Pabrik EV Miliaran Dolar Di Kanada

Honda sedang mengubah arah besar di Amerika Utara, dan sinyal paling jelasnya datang dari Kanada. Proyek pabrik kendaraan listrik dan baterai bernilai 15 miliar dolar Kanada di Alliston, Ontario, kini ditangguhkan tanpa batas waktu saat perusahaan menilai ulang peluang pasar.

Perubahan ini bukan sekadar soal satu fasilitas. Honda terlihat makin yakin bahwa pasar saat ini lebih ramah untuk hybrid daripada mobil listrik murni, terutama di Amerika Serikat, tempat permintaan EV belum bergerak secepat perkiraan.

Hybrid makin kuat saat EV kehilangan dorongan

Di pasar AS, insentif federal untuk EV yang menyusut ikut membuat harga mobil listrik terasa lebih berat bagi konsumen. Di saat yang sama, pelonggaran aturan efisiensi mengurangi tekanan bagi produsen untuk buru-buru mempercepat transisi ke kendaraan listrik penuh.

Kondisi itu membuat Honda membaca situasi secara berbeda. Alih-alih terus memaksa ekspansi EV dengan agresif, perusahaan kini lebih berhati-hati dan memilih menyesuaikan strategi dengan minat pembeli yang ada.

Selain itu, tarif dan ketidakpastian dagang antara Amerika Serikat dan Kanada ikut menambah risiko bagi investasi besar. Menteri Industri Kanada, Melanie Joly, menyebut tarif Amerika dan perubahan kebijakan domestik di AS memberi tekanan nyata pada produsen mobil, sehingga sebagian memilih menunda atau memangkas investasi EV dan baterai.

Proyek Alliston masuk mode tunggu

Di tengah situasi itu, rencana besar Honda di Alliston kehilangan kepastian bisnis. Nikkei Asia melaporkan perusahaan memilih menangguhkan proyek tersebut tanpa batas waktu sambil terus memantau perkembangan pasar.

Langkah ini terasa besar karena nilai investasinya mencapai 15 miliar dolar Kanada, atau 11 miliar dolar AS. Proyek itu semula dipandang sebagai salah satu investasi terbesar Honda di Kanada.

Penundaan ini juga bukan yang pertama. Pada Mei 2025, Honda sudah lebih dulu menggeser jadwal pabrik mobil dan pabrik baterai yang terkait proyek Alliston selama dua tahun.

Saat itu, lahan sudah dibeli dan dukungan finansial dari pemerintah Kanada juga sudah diamankan. Namun keputusan terbaru menunjukkan Honda kini melangkah lebih jauh dengan menekan tombol jeda penuh.

Pabrik yang sudah ada tetap berjalan

Meski proyek EV tertahan, kegiatan Honda di Alliston tidak berhenti. Fasilitas yang sudah beroperasi akan tetap berjalan seperti biasa dan terus memproduksi Civic serta CR-V.

Kedua model itu memang sudah dibuat di lokasi tersebut sejak pabrik dibuka pada 1986. Artinya, penundaan proyek baru tidak langsung mengganggu basis produksi yang sudah lama berjalan.

Portofolio EV Honda ikut dipangkas

Perubahan di Kanada juga sejalan dengan langkah Honda di lini kendaraan listrik yang lebih luas. Perusahaan sedang menghentikan Prologue EV yang dikembangkan bersama GM.

Awal tahun ini, Honda juga membatalkan tiga mobil dan SUV listrik baru untuk pasar Amerika Utara, meski semuanya sudah berada di tahap akhir pengembangan. Tak lama kemudian, Honda dan Sony mengonfirmasi bahwa mereka juga meninggalkan rencana meluncurkan EV di bawah merek Afeela.

Rangkaian keputusan itu menunjukkan peninjauan ulang Honda tidak berhenti di satu lokasi produksi. Perusahaan sedang menata ulang arah produk listriknya di kawasan ini secara menyeluruh.

Ohio masih jadi kartu fleksibel Honda

Meski begitu, Honda belum meninggalkan EV sepenuhnya. Perusahaan masih memiliki lini produksi fleksibel di Ohio yang bisa merakit mobil bensin, hybrid, atau listrik sesuai permintaan.

Fasilitas itu ditopang investasi 1 miliar dolar untuk meningkatkan kapasitasnya. Dengan model produksi seperti ini, Honda tetap punya ruang bergerak sambil menunggu pasar memberi sinyal yang lebih kuat.

Untuk sekarang, tanda arahnya cukup jelas. Honda lebih percaya diri pada hybrid daripada EV murni di AS dan Kanada, dan karena itu pabrik listrik raksasa di Kanada harus berhenti di tengah jalan sampai perhitungan bisnisnya kembali masuk akal.

Source: www.carscoops.com

Baca Juga

Back to top button