pelantar.id – Mantan Menteri Sosial, Idrus Marham resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (31/8). Ia ditahan usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Gedung KPK, Jakarta.

“Ditahan selama 20 hari pertama di Rumah Tahanan KPK,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Idrus yang mengenakan kemeja putih dan celana hitam tiba di Gedung KPK didampingi pengacaranya, Samsul Huda pukul 13.35. Mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar itu keluar dari Gedung KPK pukul 18.29. Saat keluar dari ruang pemeriksaan di lantai II, Idrus telah mengenakan rompi tahanan oranye berlogo Tahanan KPK.

Baca Juga : Idrus Marham Tersangka Siap PLTU Riau

Baca Juga :   Jenis Pekerjaan untuk si Pekerja Sensitif

Penahanan Idrus terkait dengan peranannya dalam pemberian uang suap terhadap Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih. Menurut KPK, Idrus berperan mendorong agar Eni menerima uang Rp4 miliar pada November dan Desember 2017, serta Rp2,2 miliar pada Maret dan Juni 2018.

Semua uang itu diberikan oleh Johannes Budisutrisno Kotjo, selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited. Eni Maulani Saragih sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek pembangkit listrik 35 ribu megawatt. Ia diduga menerima suap atas kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau.

Eni diduga menerima suap sebesar Rp500 juta yang merupakan bagian dari commitment fee 2,5 persen dari nilai proyek kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. Commitment fee tersebut diberikan oleh Johannes Budisutrisno Kotjo. Dalam kasus ini, KPK juga menetapkan Johannes sebagai tersangka.

Baca Juga :   Ratna Sarumpaet Ditangkap Saat Mau Terbang ke Chile

MenurrutMenurut KPK, dalam pengembangan penyidikan diketahui bahwa Idrus ikut membantu dan bersama-sama dengan Eni Maulani menerima suap. Adapun, Idrus dijanjikan uang 1,5 juta dollar AS oleh Johannes.

Editor : Yuri B Trisna

Sumber : Kompas.com