pelantar.id – Komisi Pemberantasan Korupsi resmi menetapkan mantan Menteri Sosial, Idrus Marham sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek Pembangkit Listrik tenaga Uap (PLTU) Riau-1. Politisi Partai Golkar itu diduga menerima atau janji dari Johannes Budistrisno Kotjo, pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited.

Sebelum resmi ditetapkan tersangka, Idrus mengaku diberi Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari KPK pada Kamis sore (23/8). Ia sudah dua kali diperiksa sebagai saksi oleh KPK. Dalam kesaksiannya, Idrus menyatakan memiliki hubungan dekat dengan tersangka kasus itu yakni Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Saragih dan Johannes.

Idrus diduga mengetahui penerimaan uang oleh Eni dari Johanes pada November-Desember 2017 senilai Rp4 miliar, dan pada Maret dan Juni 2018 senilai Rp2,25 miliar. Selain itu, Idrus diduga menerima janji atau hadiah senilai US$ 1,5 juta.

Baca Juga :   Mutasi Jabatan Picu Gejolak di KPK

“Tersangka juga diduga menerima janji untuk mendapatkan bagian yang sama besar dari jatah Eni,” ujar Wakil Ketua KPK, Basari Panjaitan, Jumat (24/8).

KPK menyatakan, Idrus juga berperan mendorong agar proses penandatanganan Power Purchase Agreement atau jual beli dalam proyek pembangunan PLTU Riau. KPK menyangka Idrus melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang- Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Ditemui terpisah, Idrus Marham mengaku belum berencana mengajukan praperadilan terhadap statusnya sebagai tersangka kasus suap PLTU Riau-1. Ia memilih mengikuti proses hukum yang ada.

Baca Juga :   Ragam Paket Wisata dari Batam Selama Ramadan, Apa Saja?

“Hadapi saja, tidak usah rumit-rumit,” katanya.

Idrus menegaskan dirinya akan menjalani proses hukum hingga memasuki meja hijau. Menurut dia, di pengadilan nanti tempat penentuan apakah ia bersalah atau tidak.

Kasus suap PLTU Riau-1 bermula dari operasi tangkap tangan KPK terhadap 13 orang pada Jumat (13/7) di beberapa tempat di Jakarta. Salah satu yang ditangkap adalah Eni Saragih. Dia ditangkap ditangkap di rumah dinas Idrus Marham. Eni diduga menerima suap senilai Rp4,8 miliar. Uang tersebut diduga untuk memuluskan proses penandatanganan kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.

Editor : Yuri B Trisna
Sumber. Tempo.co