Pelantar.id – Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China ternyata menyita perhatian Dana Moneter International (IMF). IMF memperingatkan perang dagang tersebut beresiko terhadap perkembangan ekonomi global.

IMF menyebut dapat menjadikan dunia “lebih miskin dan berbahaya”. Selain itu, perang dagang besar-besaran antara kedua negara akan menempatkan bentrokan signifikan dalam pemulihan ekonomi global.

Hambatan perdagangan lebih lanjut akan memukul sektor rumah tangga, bisnis, dan ekonomi yang lebih luas. Demikian dikutip dari BBC pada Selasa 9 Oktober 2018.

“Kebijakan perdagangan mencerminkan peta politik yang tidak tenang di beberapa negara, menimbulkan risiko lebih lanjut,” kata Maurice Obstfeld, Kepala Ekonom IMF yang dikutip dari liputan6.com.

Baca Juga :   Kebiasaan di Pagi Hari yang Bisa Bikin Hidup Bahagia

Baru-baru ini, China mengumumkan tarif perang dagang baru pada seluruh barang AS senilai US$ 60 miliar (setara Rp 913 triliun, dengan kurs Rp 15.228 per 1 dolar), termasuk produk-produk seperti gas alam cair, yang diproduksi di negara-negara yang setia kepada Presiden Donald Trump.

IMF meminta perang dagang dihentikan

Managing Director IMF Christine Lagarde dalam forum diskusi di pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia meminta kepada semua pihak untuk segera mengakhiri perang dagang ini.

“Kita perlu bekerja sama untuk segera mengakhiri atau mengurangi perang perdagangan saat ini dan masuk ke dalam diskusi yang konstruktif. Harapan saya kita mulai tingkatkan dan perluas perdagangan,” kata Lagarde di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018).

Baca Juga :   Realme 2 Pro Segera Masuk Indonesia, Smartphone Seharga Rp 2 Juta

Lagarde mengusulkan daripada sibuk memikirkan strategi perang dagang, lebih baik memanfaatkan kerja sama perdagangan luar negeri seperti TPP, memaksimalkan kerja sama AS-Meksiko-Kanada, dan lain sebagainya.

Lagarde juga menginginkan semua negara di dunia untuk saling bergandengan untuk memodernisasi dan memperbaiki perdagangan global. “Bukan malah merusaknya,” kata dia.

Menurutnya perdagangan global dapat diperkuat dengan kerja sama pemerintah masing-masing negara juga harus memiliki komitmen dan orientasi global dalam menentukan kebijakan perdagangan.

“Perdagangan telah membantu mengubah dunia kita hingga saat ini, seperti dengan meningkatkan produktivitas, menyebarkan teknologi baru, dan membuat produk lebih terjangkau,” ujar Lagarde.

Pertumbuhan ekonomi global sekarang diperkirakan mencapai 3,7 persen pada 2018 dan 2019, turun dari prediksi IMF sebelumnya, sebesar 3,9 persen pada Juli.

Baca Juga :   Tour de Kepri Alternatif Jaring Wisatawan Melalui Sport Tourism

Dikatakan, risiko terhadap prospek jangka pendek telah “bergeser ke sisi negatifnya”. Turunnya pertumbuhan global juga mencerminkan prediksi ekspansi yang lebih lambat di zona euro, serta turbulensi di sejumlah negara berkembang.

sumber: liputan6.com

foto: detik.com