pelantar.id – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam mendeportasi 48 Warga Negara Asing (WNA) ke negara masing-masing hingga Juni 2018. Puluhan WNA itu melanggar izin tinggal dan melakukan pelanggaran hukum.

“WNA yang paling banyak dipulangkan berasal dari Vietnam. Rata-rata kena deportasi karena melakukan ilegal fishing (pencurian ikan) di perairan Indonesia,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Kota Batam, Lucky Agung Bintarto di Batam Centre, Rabu (3/10), dikutip kepriprov.go.id.

Lucky Agung mengatakan, ada 16 WNA Vietnam yang kena deportasi. Sebagian besar dari mereka datang dari Kantor Imigrasi Natuna. WNA Vietnam tersebut ditangkap karena masuk Indonesia tanpa ada identitas resmi.

“Banyak nelayan Vietnam yang masuk ke perairan kita di Laut Natuna, tanpa izin,” tegasnya.

Baca Juga :   Dorong Wisata Alternatif, Kepri Kembangkan Agrowisata

Baca Juga : Imigrasi Karimun Tangkap 8 Warga Asing

Catatan Imigrasi Batam, mereka juga memulangkan 11 WNA Bangladesh, 9 WNA Malaysia, 7 WNA India, 3 WNA Singapura, 2 WNA Myanmar, dan 1 orang WNA masing-masing dari Amerika, Tiongkok, Pakistan dan Tanzania.

Sementara pada tahun 2017, Imigrasi Batam mendeportasi 142 WNA yang juga didominasi WN Vietnam yaitu sebanyak 83 orang. Kemudian WN Singapura 16 orang, WN Malaysia 13 orang, Thailand 5 orang, 3 orang dari Filipina dan sisanya dari negara lainnya 22 orang. Kemudian di tahun 2016, WNA yang dipulangkan sebanyak 104 orang, yang didominasi WN India dengan jumlah 26 orang. Kemudian Singapura 20 orang, Tiongkok 15 orang, Malaysia 10 orang, Vietnam tujuh orang dan dari beberapa negara lainnya 26 orang.

Baca Juga :   Embarkasi Batam Berangkatkan 12.940 Orang CJH

 

Editor : Yuri B Trisna