Gol kedua Dimas Wicaksono jadi momen paling menentukan saat Indonesia U-19 menutup laga perdana Grup A dengan kemenangan 3-0 atas Myanmar. Setelah Arkhan Kaka lebih dulu membuka jalan, Dimas memastikan Garuda Muda mengamankan tiga poin dengan penyelesaian yang efektif di Stadion Utama Sumatera Selatan, Deli Serdang.
Hasil ini langsung membuat Indonesia sejajar di puncak klasemen Grup A dengan Vietnam, yang sama-sama menang 3-0 pada laga pembuka. Buat Indonesia, kemenangan itu terasa penting karena diraih setelah permainan sempat tersendat di awal sebelum akhirnya menemukan ritme yang lebih tajam.
Sejak menit awal, Indonesia memilih menekan tinggi dan langsung mencari celah dari sisi sayap. Umpan jauh juga beberapa kali dipakai untuk membongkar pertahanan Myanmar yang bermain rapat.
Peluang pertama lahir dari lemparan jauh Fabio Azka yang memaksa Sai Khant Min Nyo bekerja keras di bawah mistar. Tak lama berselang, Reno Salampessy mencoba mengancam lewat sepakan keras setelah menusuk ke area berbahaya, tetapi bola masih bisa diamankan.
Indonesia terus mencoba lewat tembakan jarak jauh dan kombinasi cepat di sepertiga akhir lapangan. Zinadein Ardyanyah ikut melepas percobaan dari luar kotak penalti, meski bola masih melambung di atas mistar.
Perubahan mulai terasa ketika Nova melakukan pergantian pada menit ke-32. Muhammad Isfandyar masuk menggantikan Zinadien dan memberi tenaga baru pada serangan Indonesia yang sebelumnya sempat macet.
Peluang terbaik di babak pertama datang pada menit ke-34. Umpan Reno mengarah ke Arkhan Kaka yang menyambutnya dengan sundulan di depan gawang, tetapi bola hanya mengenai tiang.
Tiga menit kemudian, Indonesia akhirnya memecah kebuntuan. Umpan panjang dari lini belakang diterima Arkhan, lalu ia men-chip bola dengan tenang melewati Sai Khant Min Nyo untuk membawa Indonesia unggul 1-0.
Setelah unggul, Indonesia tetap memegang kendali permainan. Theodore Evan sempat mencoba menambah keunggulan lewat tembakan dari luar kotak penalti, tetapi kiper Myanmar masih sigap menepis bola.
Memasuki babak kedua, dominasi Indonesia masih terasa. Isfandyar kembali melepaskan ancaman dari depan kotak penalti, namun tembakannya terlalu lemah untuk benar-benar menyulitkan kiper lawan.
Tempo Indonesia lalu sempat mengendur di pertengahan babak kedua. Myanmar memanfaatkan situasi itu untuk keluar menyerang dan mulai memberi tekanan balasan ke pertahanan Indonesia.
Peluang terbaik Myanmar hadir pada menit ke-66 lewat Sai Bo Bo Kyaw. Dafa Al Gasemi tampil tenang dan menggagalkan peluang itu dengan penyelamatan penting di depan gawang.
Setelah itu, pertandingan kembali bergerak ke arah Indonesia. Gol kedua lahir pada menit ke-78, berawal dari kesalahan Sai Khant Min Nyo saat sapuannya justru mengenai Dimas Wicaksono sebelum bola liar disambar menjadi gol.
Dimas belum berhenti di situ. Pada menit ke-86, ia menuntaskan serangan dari sudut sempit dengan tembakan ke tiang dekat yang kembali menggetarkan jala Myanmar dan membuat skor berubah menjadi 3-0.
Dua gol Dimas di fase akhir pertandingan menegaskan efektivitas Indonesia saat peluang terbuka. Myanmar yang sempat mencoba membalas akhirnya kehilangan momentum setelah tertinggal dua gol lebih dulu.
Susunan pemain Indonesia U-19 menampilkan Dafa Al Gasemi di bawah mistar, dengan Fabio Azka Irawan, Al Gazani Dwi, I Putu Panji, Ibrah Ohorella, Eizar Jacob, Nazriel Alfaro, Zinadein Alfaro, Theodore Evan, Reno Salampessy, dan Arkhan Kaka. Myanmar U-19 menurunkan Sai Khant Min Nyo, Thet Paing Soe, Swan Zar Ni, Sai Khan Nyi, Sai Bo Bo Kyaw, Thaw Zin Ko, Kaung Khant Kyaw, Sai Zhom Shang, Myo Khant Kyaw, Kyaw Thiha, dan Thura Mint Thant.
Source: sport.detik.com




