pelantar.id – Industri pengolahan kopi nasional semakin menunjukkan agresivitasnya. Pemerintah pun terus mendorong diversifikasi produk olahan kopi untuk mengisi pasar ekspor.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto menyambut baik adanya upaya industri makanan dan minuman yang terus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam lokal, salah satunya adalah sektor pengolahan kopi. Langkah hilirisasi ini dinilainya membawa efek berantai yang luas bagi perekonomian nasional.

“Kami melihat industri ini semakin agresif untuk membuka akses pasar baru dan meningkatkan nilai ekspornya. Hal ini seiring komitmen pemerintah menciptakan iklim usaha yang kondusif dan memberikan kemudahan perizinan termasuk prosedur ekspor,” katanya dilansir dari laman resmi Kementerian Perindustrian, Kamis (21/2/19).

Di kancah global, ekspor produk kopi olahan nasional terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2016, ekspornya mencapai 145 ribu ton atau senilai USD428 juta, kemudian meningkat hingga 178 ribu tonatau senilai USD487 juta di tahun 2017.

Lalu pada 2018, terjadi lonjakan peningkatan ekspor hingga 21,49 persen atau sebanyak 216 ribu ton dengan peningkatan nilai 19,01 persen atau mencapai USD580 juta.

Ekspor tersebut didominasi oleh kopi olahan berbentuk instan sebesar 87,9 persen dan sisanya berbasis ekstrak dan essence. Tujuan ekspor utama industri pengolahan kopi nasional, antara lain Filipina, Malaysia, Iran, China dan Uni Emirat Arab.

Baca Juga :   TPID Batam Akan Gelar Pasar Murah di 9 Lokasi

“Contohnya, Mayora, melalui permen Kopiko menjadi produk nomor satu di dunia. Bahkan, Kopiko juga menjadi salah satu kebutuhan astronot di luar angkasa. Selain itu, produk kopi instan Torabika yang juga diminati oleh konsumen mancanegara,” kata Airlangga saat mendampingi Presiden Joko Widodo pada Pelepasan Kontainer Ekspor ke-250.000 Mayora Group di Tangerang, Banten, Senin (18/2/19) lalu.

Airlangga juga menyebutkan, Indonesia merupakan negara penghasil biji kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Hal ini menjadi potensi pengembangan industri pengolahan kopi di dalam negeri.

“Produksi kopi kita sebesar 639.000 ton pada 2017 atau 8 persen dari produksi kopi dunia. Dengan komposisi 72,84 persen  merupakan kopi jenis robusta dan 27,16 persen kopi jenis arabika,” ujarnya.

Pada tahun 2017, tercatat ada 101 perusahaan kopi olahan yang meliputi skala besar dan sedang dengan jumlah penyerapan tenaga kerja sebanyak 24 ribu orang. Total kapasitas produksi lebih dari 260 ribu ton per tahun.

Selain itu, Indonesia juga memiliki berbagai jenis kopi specialty yang dikenal di dunia, termasuk Luwak Coffee dengan rasa dan aroma khas sesuai indikasi geografis yang menjadi keunggulan Indonesia.

Hingga saat ini, sudah terdaftar sebanyak 24 indikasi geografis untuk kopi Indonesia, di antaranya Kopi Arabika Gayo, Kopi Arabika Toraja, Kopi Robusta Pupuan Bali, Kopi Arabika Sumatera Koerintji, Kopi Liberika Tungkal Jambi, dan Kopi Liberika Rangsang Meranti.

Baca Juga :   Menapak Jalan Terjal Kesejajaran Profesi Fotojurnalis

Airlangga mengatakan, dalam rangka meningkatkan kinerja industri pengolahan kopi nasional di tengah menghadapi era globalisasi perdagangan dan pasar bebas, diperlukan upaya strategis guna menggenjot daya saing dan produktivitasnya.

Langkah tersebut, antara lain melalui penggunaan teknologi yang meningkatkan efisiensi dan inovasi. Kemudian peningkatan kualitas produk dengan penerapan sistem manajemen mutu dan keamanan pangan, serta peningkatan SDM seperti barista,roaster, dan penguji cita rasa ataucupper

Permen Kopiko dan Astronot

Kru NASA di Stasiun Luar Angkasa Internasional (Foto: Twitter @Space_Station)

Terkait permen Kopiko dari Mayora yang disukai pasar dunia, termasuk para astronot di luar angkasa, sebelumnya terungkap dalam unggahan di Twitter International Space Station (ISS) melalui akun @Space_Station.

Dalam unggahan tersebut, tampak satu bungkus permen Kopiko di antara perbekalan kru NASA. Permen Kopiko yang dibuat dengan ekstrak kopi asli Indonesia tersebut ikut mejeng di foto dari luar angkasa.

“Kami sangat bangga melihat Kopiko menjadi pilihan astronot NASA. Kopiko adalah pocket coffee yang terbuat dari ekstrak kopi asli yang memberikan efek melek. Jika tidak sempat membuat secangkir kopi, maka satu butir Kopiko akan membantu Anda untuk stay awake, stay ahead,” tulis pihak PT Mayora dalam keterangan tertulisnya.

*****