pelantar.id – Pendaftaran tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) resmi dibuka pada 19 September 2018 secara terintegrasi lewat portal nasional, https://sscn.bkn.go.id. Proses seleksi akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT BKN) mulai dari Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) hingga Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Bagi calon peserta, agar dapat mengikuti seleksi lanjutan, peserta SKD harus melewati nilai ambang batas (passing grade). Untuk peserta SKD dari kelompok pelamar jalur umum sama seperti tahun lalu, yakni 143 untuk TKP (Tes Karakteristik Pribadi), 80 untuk TIU (Tes Intelegensia Umum), dan 75 untuk TWK (Tes Wawasan Kebangsaan).

Deputi Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Setiawan Wangsaatmadja mengatakan, ambang batas tersebut diatur dalam Peraturan Menteri PANRB No. 37/2018 tentang Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan CPNS 2018. Sementara untuk pelamar dari formasi khusus, yang tahun lalu menggunakan sistem pe-ranking-an, kali ini jumlah akumulasi dan nilai TIU ada batas minimalnya. Untuk pelamar dari formasi sarjana cumlaude dan diaspora, akumulasi nilai paling sedikit 298 dengan nilai TIU minimal 85.

Baca Juga :   Lima Cara Sederhana Tetap Awet Muda

Sedangkan bagi penyandang disabilitas, nilai kumulatifnya 260, dengan TIU minimal 70. Putra-putri Papua/Papua Barat, nilai akumulatif 260 dengan TIU minimal 60. Untuk eks tenaga honorer K-II, nilai akumulatif minimal 260 dan TIU minimal 60.

“Kemudian, untuk peserta seleksi dari olahragawan berprestasi internasional, nilai terendah merupakan nilai ambang batas hasil SKD,” kata Setiawan Wangsaatmadja dikutip dari situs Sekretariat Kabinet RI, Rabu (12/9).

Deputi SDM Aparatur KemenPAN-RB, Setiawan Wangsaatmadja.
Foto: Dok. KemenPAN-RB

Ia mengatakan, Permen PANRB Nomor 37/2018 juga mengatur adanya pengecualian untuk beberapa jabatan. Untuk dokter spesialis dan instruktur penerbang, nilai kumulatif minimal 298, dengan nilai TIU sesuai passing grade. Sedangkan untuk jabatan juru ukur, rescuer, ABK, pengamat gunung api, penjaga mercusuar, pawang hewan, dan penjaga tahanan, akumulasi nilainya paling sedikit 260 dengan nilai TIU minimal 70.

Baca Juga :   Zul, Seniman Minang Korban Teroris di Selandia Baru Jalani Operasi Kedua di Rumah Sakit

Setiap peserta SKD, lanjut Setiawan, harus mengerjakan 100 soal yang terdiri dari TWK 35 soal, Tes TIU 30 soal, dan TKP 35 soal. TWK, dimaksudkan untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara, bahasa Indonesia, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Sedangkan TIU, dimaksudkan untuk menilai intelegensia peserta seleksi. Pertama, kemampuan verbal atau kemampuan menyampaikan informasi secara lisan maupun tulisan. Selain itu, kemampuan numerik, atau kemampuan melakukan operasi perhitungan angka dan melihat hubungan di antara angka-angka.

“Kelompok soal ketiga adalah TKP. Soal-soal dalam kelompok soal ini mencakup hal-hal terkait dengan pelayanan publik, sosial budaya, teknologi informasi dan komunikasi, profesionalisme, jejaring kerja, integritas diri, semangat berprestasi,” katanya

Baca Juga :   Event Wisata Batam Disebut Masih Amatiran

Dari setiap jawaban yang benar pada kelompok soal TWK dan TIU, akan mendapat skor 5, dan yang salah nilainya nol (0). Sedangkan nilai untuk kelompok soal TKP, terbesar 5 dan tidak ada nilai nol (0) untuk setiap jawaban. Karena itu, peserta diimbau untuk menjawab seluruh soal TKP.

Editor : Yuri B Trisna