Pelantar.id – Pemko Batam terus melakukan berbagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, salah satunya menjadikan Asrama Haji menjadi pusat karantina khusus bagi pasien Covid-19 dengan kategori Orang Tanpa Gejala (OTG).

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi,  yang memantau pasien  Covid-19 dan tenaga kesehatan di Asrama Haji menyempatkan diri untuk memotivasi warga Batam yang sedang di karantina di lokasi tersebut.

“Semangat ya bapak ibu,” seru Rudi dari kejauhan sembari mengepal tangan tanda semangat.

Rudi menyebutkan, semua pasien OTG dikumpulkan di Asrama Haji Batam untuk menjalankan karantina secara terpadu.

Hal ini dilakukan dengan harapan agar proses karantina ini berjalan secara efektif, pemantauan dan penanganan lebih mudah serta potensi penularan Covid-19 di Kota Batam bisa ditekan.

Baca Juga :   4 Perlakuan Seksis yang Masih Dialami Perempuan di Tempat Kerja

“Saudara-saudara kita tersebut kita rawat di sini,” ucap Rudi.

Ia mengatakan, memisahkan OTG seperti ini pernah dilakukan waktu awal kasus Covid-19 di Batam, awal tahun 2020 lalu dan cukup efektif.

“Saya tidak ingin angka Covid-19 tambah terus. OTG, walau kelihatan baik-baik saja tapi dia dapat menularkan (carrier),” terang Rudi.

Pemko Batam kata dia, menanggung biaya konsumsi dan perawatan para pasien OTG selama menjalani karantina. Selain itu, sebagai Kepala BP Batam Rudi mengeluarkan kebijakan penyiapan akomodasi (lokasi karantina) yakni Asrama Haji.

“Kita harus bergerak cepat, makanya kita keluarkan biayanya. Mudah-mudahan niat baik saya, pak wakil dan seluruh tim diijabah oleh Allah, Covid ini kembali melandai sebulan ke depan,” harap dia.

Baca Juga :   Airy Room Berhenti Beroperasi, Bagaimana dengan OYO dan Reddoorz?

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang ikut dalam kegiatan tersebut, mengatakan, sebelumnnya Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengumpulkan seluruh kepala puskesmas (kapus) se-Kota Batam.

Dalam arahan Walikota, kata Amsakar, seluruh kapus diminta untuk segera menindaklanjuti perihal OTG di Batam. Saat rapat, para kapus menginformasikan keadaan di wilayah mereka masing-masing. Bahkan tim secara khusus membuat grup di medsos sebagai medium komunikasi.

“Selanjutnya kita siapkan bis untuk menjemput saudara-saudara kita tersebut,” imbuhnya.

Amsakar mengatakan, tujuan keduanya hadir melihat langsung kedatangan OTG tersebut untuk memastikan protap dilaksanakan dengan baik untuk pasien maupun para nakes.

“Alhamdulillah semua dilaksanakan dengan baik,” ujarnya.